Wednesday, October 18, 2006

Carlos Ghosn, Menyelamatkan Nissan dari Kebangkrutan

Pria keturunan Lebanon, yang duduk sebagai pemimpin tertinggi di dua perusahaan pembuat mobil terkemuka yang berjarak ribuan kilometer, yakni Nissan di Jepang dan Renault di Perancis, ini selalu menjadi perhatian pers internasional.
Keberhasilannya menyelamatkan Nissan dari kebangkrutan pada tahun 1999, dan pribadinya yang menarik, menjadikan dirinya tidak pernah lepas dari incaran pers internasional. Sosoknya kerap kali menghiasi halaman muka majalah terkemuka dunia.

Ia juga dipilih sebagai salah seorang dari “The Top 25 Managers of the Year” oleh majalah BusinessWeek tahun 2001 dan dinobatkan sebagai “Man of the Year 2003″ oleh majalah Fortune edisi Asia. Tahun 2004 Ghosn ditetapkan oleh Automotive Hall of Fame (Amerika Serikat) sebagai “Industry Leader of the Year”.
Dalam jumpa persnya di gedung Nissan di Jalan MT Haryono, Jakarta, 10 Oktober lalu, Presiden dan CEO Nissan Motor Co Ltd Carlos Ghosn membuat para wartawan Indonesia terkesima. Pada saat berdiri di mimbar dan memberikan keterangan persnya, Ghosn tampak penuh karisma. Namun, pada saat acara tanya-jawab tiba, dengan sangat bersahaja ia menghampiri wartawan yang mengajukan pertanyaan kepadanya.
Membangkitkan kembali Nissan bukan tanpa korban. Ghosn menutup sejumlah pabrik, merumahkan banyak pekerja, memutus jaringan suplai yang sudah berlangsung lama, dan menjual aset-aset sampingan yang tidak berkaitan dengan bisnis inti Nissan. Namun, memotong biaya itu hanyalah merupakan langkah pertama dalam membangkitkan kembali Nissan. Jangan heran kalau Ghosn dijuluki “Le Cost Killer”.
Carlos Ghosn dalam bukunya yang berjudul Shift: Inside Nissan’s Historic Revival mendeskripsikan bagaimana ia melakukan sesuatu yang terlihat tidak mungkin dilakukan, yakni mentransformasikan Nissan sekali lagi menjadi sebuah perusahaan global yang tangguh.
Untuk tujuan apa Anda menerbitkan buku ini?
Sewaktu saya kecil saya banyak mendapatkan manfaat dari buku yang dibuat oleh orang-orang terkemuka. Dari cara mereka menjalani hidup dan menyelesaikan persoalan atau tantangan yang mereka hadapi, saya bisa belajar banyak. Itu sebabnya, sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial kepada mereka, keberhasilan saya membangkitkan Nissan kembali saya tulis dalam sebuah buku agar orang-orang lain pun dapat belajar dari apa yang telah saya lakukan.
Dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 2005 itu, Ghosn mendeskripsikan keberhasilannya di Nissan ke dalam tiga faktor. Pertama, Anda dan orang-orang di perusahaan itu harus menyusun visi yang sangat sederhana mengenai ke arah mana perusahaan itu akan dibawa? Apa sasarannya dan di mana kita harus berbagi di semua tingkatan dalam perusahaan itu?
Kedua, Anda harus mempunyai strategi, tentang bagaimana kita menuju ke sasaran itu? Apa saja rencana aksinya, yakinkan bahwa strategi itu dikembangkan di semua tingkatan dalam perusahaan tersebut dan setiap orang mengetahui apa sumbangan yang diharapkan darinya bagi perusahaan?
Ketiga, semua karyawan harus dapat merasakan besarnya komitmen dari pemimpin tertinggi, baik komitmen personal maupun komitmen tim, yakni bahwa kita di sini untuk membangkitkan kembali perusahaan dan jika Anda tidak melakukannya secara benar, kita akan tersingkir dan hancur.
Pada akhirnya, hasil yang dicapai akan menyatukan segala sesuatunya, mereka akan memberikan kepada Anda kredibilitas, mereka akan membuat semua orang merasa aman di perusahaan itu dan ingin bergabung.
Dari semua itu, apa yang terpenting?
Yang terpenting adalah Anda memberikan visi dan strategi, kemudian Anda memberikan rangsangan agar orang-orang termotivasi untuk memberikan komitmennya sehingga sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai.
Menurut Ghosn, kesalahan terbesar yang sering dilakukan adalah pemimpin tidak melibatkan orang-orang dalam perusahaan, pemimpin tidak melakukan kontak dengan mereka. Keadaan itu harus dibalik, pertama-tama Anda harus berhubungan dengan orang-orang di dalam perusahaan.
Anda harus membangun kontak dengan mereka, baik langsung maupun tidak langsung, Anda harus merasakan situasinya, Anda harus mengerti akan harapan-harapan mereka dan menanggapinya dengan memberikan kesadaran bahwa dengan membangkitkan perusahaan, harapan-harapan mereka akan tercapai. Inilah tantangan yang harus dihadapi.
Pria yang berusia 52 tahun itu sangat memegang teguh disiplin. Hal itu dilatarbelakangi oleh pendidikannya semasa kecil di salah satu institusi Jesuit terpandang, College Notre-Dame, di Beirut, Lebanon. Dalam filosofi pendidikan Jesuit, disiplin dan kompetisi dianggap sebagai hal yang sangat penting.
Ghosn juga dikenal sebagai pekerja keras. Itu membuatnya di Nissan dijuluki sebagai “Tuan 7-11″ karena pada pukul 07.00 pagi ia sudah berada di kantor dan baru kembali ke rumah di atas pukul 11.00 malam. Namun, itu hanya untuk lima hari kerja saja, mengingat hari Sabtu dan Minggu adalah sepenuhnya waktu ia berkumpul bersama keluarganya. Kendati seluruh pendidikannya berlangsung dalam bahasa Perancis, tetapi penguasaan bahasa Inggris Ghosn sangatlah mengesankan.
Kini bahasa utama yang digunakannya untuk berkomunikasi sehari-hari adalah bahasa Inggris, walaupun bahasa Perancis masih merupakan bahasa yang paling akrab dengan dirinya. Pemilihan bahasa Inggris itu dilakukan karena pertimbangan obyektif, harus diakui bahwa ketika seorang China berkumpul bersama dengan seorang Jerman, seorang Perancis, seorang Amerika, dan seorang Jepang, kecil kemungkinan pembicaraan dilakukan dalam bahasa Perancis, bahasa China, atau bahasa lain di luar bahasa Inggris.
Posted by herdi at 14:33:32 | Permalink | Comments (1) »

Monday, March 20, 2006

Terjajah ExxonMobil di Cepu

Terjajah ExxonMobil di Cepu

Oleh:
Kwik Kian Gie

Kali ini saya tidak akan membahas tentang pengertian subsidi -apakah itu sama dengan uang tunai yang harus keluar atau tidak- dan hal-hal teknis lain seperti itu. Saya akan membahas tentang negara kaya yang menjadi miskin kembali karena terjerumus ke dalam mental kuli yang
oleh penjajah Belanda disebut mental inlander. Mental para pengelola ekonomi sejak 1966 yang tidak mengandung keberanian sedikit pun, yang menghamba, yang ngapurancang
ketika berhadapan dengan orang-orang bule.

Ibu pertiwi yang perut buminya mempunyai kandungan minyak sangat besar dibanding kebutuhan nasionalnya, setelah 60 tahun merdeka hanya mampu menggarap minyaknya sendiri sekitar 8 persen. Sisanya diserahkan kepada eksplorasi dan eksploitasi perusahaan-perusahaan asing.
Apa pekerjaan dan sampai seberapa jauh daya pikir para pengelola ekonomi kita sejak merdeka sampai sekarang? Istana Bung Karno dibanjiri para kontraktor minyak asing yang sangat berkeinginan mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak bumi di Indonesia. Bung Karno menugaskan Chairul Saleh supaya mengizinkannya hanya sangat terbatas.

Putrinya, Megawati, bertanya kepada ayahnya, mengapa begitu? Jawaban Bung Karno kepada putrinya yang baru berumur 16 tahun, “Nanti kita kerjakan sendiri semuanya kalau kita sudah cukup mempunyai insinyur-insinyur sendiri.” Artinya, Bung Karno sangat berketetapan hati mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak oleh putra-putri bangsa Indonesia sendiri. Mengapa sekarang hanya sekitar 8 persen?

Lebih menyedihkan ialah keputusan pemerintah memperpanjang kerja sama dengan Exxon Mobil (Exxon) untuk blok Cepu selama 20 tahun sampai 2030. Begini ceritanya. Exxon membeli lisensi dari Tommy Soeharto untuk mengambil minyak dari sebuah sumur di Cepu yang kecil. Exxon lalu
melakukan eksplorasi tanpa izin. Ternyata ditemukan cadangan dalam sumur yang sama sebanyak 600 juta barel.

Ketika itu Exxon mengajukan usul untuk memperpanjang kontraknya sampai 2030. Keputusan ada di tangan Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP). Dua dari lima anggota menolak. Yang satu menolak atas pertimbangan yuridis teknis. Yang lain atas pertimbangan sangat prinsipil.
Dia sama sekali tidak mau diajak berargumentasi dan juga sama sekali tidak mau melihat angka-angka yang disodorkan Exxon beserta para kroninya yang berbangsa Indonesia. Mengapa? Karena yang menjadi pertimbangan pokoknya, harus dieksploitasi bangsa Indonesia sendiri, yang berarti bahwa Exxon pada 2010 harus hengkang, titik. Alasannya sangat mendasar, tetapi formulasinya sederhana. Yaitu, bangsa yang 60 tahun merdeka selayaknya, semestinya, dan seyogianya mengerjakan sendiri eksplorasi dan eksploitasi minyaknya. Bahkan, harus melakukannya di mana saja di dunia yang dianggap mempunyai kemungkinan berhasil.

Menurut peraturan yang berlaku (sebelum Pertamina berubah menjadi Persero), kalau DKPP tidak bisa mengambil keputusan yang bulat, keputusan beralih ke tangan presiden. Maka, bola ada di tangan Presiden Megawati Soekarnoputri. Beliau tidak mengambil keputusan, sehingga Exxon kalang kabut. EXxon mengirimkan executive vice president-nya yang langsung mendatangi satu anggota DKPP yang mengatakan ” pokoknya tidak”.

Dia mengatakan, sejak awal sudah ingin bertemu satu orang anggota DKPP ini yang berinisial KKG, tetapi dilarang kolega-koleganya sendiri. KKG tersenyum sambil mengatakan karena para koleganya masih terjangkit mental inlander. Lalu dia berargumentasi panjang lebar dengan mengemukakan semua angka betapa Indonesia diuntungkan. KKG menjawab bahwa kalau dia ngotot sampai seperti itu, apa lagi latar belakangnya kalau dia tidak memperoleh untung besar dari perpanjangan kontrak sampai 2030? Karena itu, kalau mulai 2010, sesuai kontrak, Exxon harus hengkang dan seluruhnya dikerjakan Pertamina, semua laba yang tadinya jatuh ke tangan Exxon akan jatuh ke tangan Indonesia sendiri.

Lagi pula, KKG menjelaskan bahwa sudah waktunya belajar menjadi perusahaan minyak dunia seperti Exxon. KKG bertanya kepadanya, “Bukankah kami berhak mulai merintis supaya menjadi Anda di bumi kita sendiri dan menggunakan minyak yang ada di dalam perut bumi kita sendiri?”
Eh, dia mulai mengatakan tidak bisa mengerti bagaimana orang berpendidikan Barat bisa sampai seperti itu tidak rasionalnya! Jelas KKG muntap dan mulai memberi kuliah panjang lebar bahwa orang Barat sangat memahami dan menghayati tentang apa yang dikatakan EQ, dan bukan hanya IQ. Apalagi, kalau dalam hal blok Cepu ini ditinjau dengan IQ juga mengatakan bahwa mulai 2010 harus dieksploitasi oLeh Indonesia sendiri.

Bung Karno juga berpendidikan Barat dan sejak awal beliau mengatakan, “Man does not live by bread alone.” Dalam hal blok Cepu, dua argumen berlaku, yaitu man does not live by bread alone, dan diukur dengan bread juga menguntungkan Indonesia, karena laba yang akan jatuh ke tangan Exxon menjadi labanya Pertamina. Pikiran lebih mendalam dan bahkan dengan perspektif jangka panjang yang didasarkan materi juga mengatakan bahwa sebaiknya blok Cepu dieksploitasi oleh Pertamina sendiri. Mengapa?

Jawabannya diberikan oleh mantan Direktur Utama Pertamina Baihaki Hakim kepada Menko Ekuin ketika itu bahwa Pertamina adalah organisasi yang telanjur sangat besar. Minyak adalah komoditas yang tidak dapat diperbarui. Penduduk Indonesia bertambah terus seiring dengan bertambahnya konsumsi. Kalau sekarang saja terlihat bahwa konsumsi nasional sudah lebih besar daripada produksi nasional, di masa mendatang kesenjangan ini menjadi semakin besar, dan akhirnya organisasi Pertamina yang demikian besar itu akan dijadikan apa? Apakah hanya menjadi perusahaan dagang minyak, dan apakah akan mampu berdagang saja dalam skala dunia, bersaing dengan the seven sisters? Maka visi jangka panjang Baihaki Hakim, mumpung masih lumayan cadangannya, sejak sekarang mulai go international dan menggunakan cadangan minyak yang ada untuk sepenuhnya menunjang kebijakannya yang visiuner itu.

Menko Ekuin ketika itu memberikan dukungan sambil mengatakan, “Pak Baihaki, saya mendukung sepenuhnya. Syarat mutlaknya ialah kalau Anda ingin menjadikan Pertamina menjadi world class company, Anda harus juga memberikan world class salary kepada anak buah Anda.” Sang Menko Ekuin keluar dari kabinet Abdurrahman Wahid. Setelah itu dia kembali ke kabinet sebagai kepala Bappenas dan ex officio menjabat anggota DKPP. Maka pikirannya masih dilekati visi jangka panjangnya Pak Baihaki Hakim dan kebetulan direktur utama Pertamina ketika itu juga
masih Pak Baihaki Hakim. Tetapi, kedudukan kita berdua sudah
sangat lemah, karena dikreoyok para anggota DKPP dan anggota direksi lain yang mental, moral, dan cara berpikirnya sudah kembali menjadi inlander.

Baihaki Hakim yang mempunyai visi, kemampuan, dan telah berpengalaman 13 tahun menjabat direktur utama Caltex Indonesia langsung dipecat begitu Pertamina menjadi persero. Alasannya, kalau diibaratkan sopir, dia adalah sopir yang baik untuk mobil Mercedes Benz. Sedangkan yang
diperlukan buat Pertamina adalah sopir yang cocok untuk truk yang bobrok. Bayangkan, betapa inlander cara berpikirnya. Pertamina diibaratkan truk bobrok. Caltex adalah Mercedez Benz. Memang sudah edan semua.

Ada tekanan luar biasa besar dari pemerintah Amerika Serikat di samping dari Exxon. Ceritanya begini. Dubes AS ketika itu, Ralph Boyce, sudah membuat janji melakukan
kunjungan kehormatan kepada kepala Bappenas, karena protokolnya begitu. Tetapi, ketika sang Dubes tersebut mendengarkan pidato sang kepala Bappenas di Pre-CGI meeting yang sikap, isinya pidato, dan nadanya bukan seorang inlander, janjinya dibatalkan. Eh, mendadak dia minta bertemu kepala Bappenas. Dia membuka pembicaraan dengan mengatakan akan berbicara tentang Exxon. Kepala Bappenas dalam kapasitasnya selaku anggota DKPP mengatakan bahwa segala sesuatunya telah dikemukakan kepada executive vice president-nya Exxon, dan dipersilakan berbicara saja dengan beliau.

Sang Dubes mengatakan sudah mendengar semuanya, tetapi dia hanya melakukan tugasnya. “I am just doing my job”. Kepala Bappenas mengatakan lagi, “Teruskan saja kepada pemerintah
Anda di Washington semua argumen penolakan saya yang diukur dengan ukuran apa pun, termasuk semua akal sehat orang- orang Amerika pasti dapat diterima.”

Kepala Bappenas keluar lagi dari kabinet karena adanya pemerintahan baru, yaitu Kabinet Indonesia Bersatu, dan Exxon menang mutlak. Ladang minyak di blok Cepu yang konon cadangannya bukan 600 juta barrel, tetapi 2 miliar barrel, oleh para inlander diserahkan kepada Exxon penggarapannya.

Saya terus berdoa kepada Bung Karno dan mengatakan, “Bung Karno yang saya cintai dan sangat saya hormati. Janganlah gundah dan gelisah, walaupun Bapak sangat gusar. Istirahatlah dengan tenang. Satu hari nanti rakyat akan bangkit dan melakukan revolusi lagi seperti yang pernah Bapak pimpin, kalau para cecunguk ini sudah dianggap terlampau lama dan terlampau
mengkhianati rakyatnya sendiri.”

*) Mantan Menteri Negara PPN/kepala Bappenas

Posted by herdi at 23:10:58 | Permalink | No Comments »

Monday, February 6, 2006

Cerita Sukses Honda

 SOICHIRO HONDA : “Lihat Kegagalan Saya”
 Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan.
 Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah.
 Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…

 Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu
 terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini
 menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.
 Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda - Soichiro
 Honda -
 diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih
 Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI . Ia bukan siswa
 yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan,
 selalu menjauh dari pandangan guru.
 “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya
 disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada
 usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo , akibat mengindap
 lever.
 Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka
 bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang
 Tengah,
 tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya
 memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di
 tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor
 penggeraknya.
 Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri
 berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin
 menyaksikan pesawat terbang.
 Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun,
 Honda
 berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi,
 benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari
 keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga
 membuatnya rendah diri.
 Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company.
 Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan
 cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang
 bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah
 wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya
 mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu . Tawaran ini tidak
 ditampiknya.
 Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi
 yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil
 pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam
 kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap
 kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak
 baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk enggantikan ruji-ruji itu
 dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan
 diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang
 pertama.
 Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat
 usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih?
 Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh
 bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh
 Toyota , karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak
 lentur,
 dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi
 teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar
 dari bengkel.
 Kuliah
 Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian,
 kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal
 Ring
 Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari
 jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang
 hari, setelah pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel,
 mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah
 dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang
 mengikuti
 kuliah.
 “Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan
 dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,”
 ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan
 maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan
 ini
 justru dianggap penghinaan.
 Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota
 memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh
 malangnya,
 niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia
 pun
 tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk
 mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus,
 pabriknya terbakar dua kali.
 Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya.
 Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal
 Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga,
 gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual
 pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota . Setelah itu, Honda mencoba beberapa
 usaha
 lain. Sayang semuanya gagal.
 Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini
 kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat
 menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan
 terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda
 motor”
 - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga.
 Mereka
 berbondong-bondong memesan,
 sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik
 motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda
 berikut mobinya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk
 .
 Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri
 otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. “Orang
 melihat
 kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99%
 kegagalan
 saya”, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan,
 yaitu
 mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru.
 Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa sukses itu bisa diraih seseorang
 dengan
 modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga
 miskin.

 = = = = = = = = = = =
 Lima Resep keberhasilan Honda
 1.Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
 2.Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu
 memperbaiki produksi.
 3.Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman
 mungkin.
 4.Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
 5.Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama

Posted by herdi at 17:45:27 | Permalink | Comments (7)

Wednesday, February 1, 2006

Plan USB SLTA (SMK & SMA)

Lokasi 750-1000 usb slta sd 2009 P Djoko, dan P Sungkowo, menindaklanjuti konsolidasi perencanaan diknas minggu lalu, Saran utk yang 500 USB SMK dan 450 USB SMA, mohon di cek data per kecamatan dr data scho map. sehingga bisa dibuat tabel propinsi, kab, kec, jumlah smp/mts dan siswanya, sma/smk/ma dan siswanya

Lokasi 750-1000 usb slta sd 2009 P Djoko, dan P Sungkowo, menindaklanjuti konsolidasi perencanaan diknas minggu lalu, Saran utk yang 500 USB SMK dan 450 USB SMA, mohon di cek data per kecamatan dr data scho map. sehingga bisa dibuat tabel propinsi, kab, kec, jumlah smp/mts dan siswanya, sma/smk/ma dan siswanya.

Akan terlihat delta yang harus kita siapkan untuk penempatan USB maupun smk di smp atau sma; bhn ini akan dipresentasikan p dirjen pd tgl 8 feb, dlm pra rakor diknas di jkt (yg hadir ketua komisi x, dpr-ri,  komisi e dpr prop, kadinas prop., bagren prop., dan rektor pt dari 33 prop.

Penempatan SMA, SMK sdh bia diprediksi lokasinya 4 tahun yad dimana saja. terimakasih, cc pa suko, pa harry, pa mus, b anis, p sasha, p herdi, p totok, b renani, p dirjen, p sesditjen

Posted by herdi at 05:09:52 | Permalink | Comments (1) »

Saturday, December 24, 2005

Wahdatul Wujud vs Pantheisme

Sekdar sharing hasil iseng iseng nggoogle dengan keywords “Wahdatul
Wujud”, saya baru tahu bahwa Wahdatul Wujud itu berbeda dengan
pantheisme. Ada 2 website yang cukup jelas memberi gambaran tentang
wahdatul wujud yang benar :

http://www.masud.co.uk/ISLAM/misc/nabulsi.htm
http://www.sufinews.com/print.php?id=1078224422&archive=

Mungkin akar pertempuran intelektual antara Ibnu Taimiyah dan Ibnu
Arabi adalah kesalahpahaman Ibnu Taimiyah bahwa wahdatul wujud nya
Ibnu Arabi itu sama dengan pantheisme seperti yang dianut Syaikh Siti
Jenar. Tapi setelah membaca keterangan dari website tersebut, saya
jadi tahu kalau wahdatul wujud itu bukan pantheisme, bahkan menurut
saya ini adalah tafsir yang sangat mengena terhadap QS Al Ikhlas.

Dalam QS Al Ikhlas Allah SWT berfirman :

1. Katakanlah, “Dialah Allah Yang Maha Satu”
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan
4. Dan tidak ada sesuatu apapun yang setara dengan Dia

Konsep wahdatul wujud menyatakan bahwa tidak ada sesuatu apapun yang
mempunyai wujud yang hakiki/mutlak kecuali Allah. Wujud Mutlak adalah
wujud yang keberadaannya independen (tidak bergantung pada apapun),
tidak berawal, tidak membutuhkan wujud lain untuk membuat-Nya berawal
(karena Dia memang tidak berawal). Adanya Wujud Mutlak ini ialah
KENISCAYAAN bagi keberadaan wujud wujud lain YANG BERAWAL. Alam
semesta dan segala sesuatu selain Allah adalah wujud yang tidak
hakiki, karena keberadaannya tergantung kepada Wujud Mutlak. Oleh
para sufi segala wujud selain Allah itu disebut wujud al mukmin.
Berbeda dengan Wujud Mutlak, wujud al mukmin ini adalah wujud YANG
BERAWAL, artinya baru ada pada waktu awal tertentu. Misalnya alam
semesta yang baru ada pada saat Big Bang, yang oleh para kosmolog
diperkirakan terjadi 10 milyar tahun yang lalu. Oleh karena itu alam
semesta ialah wujud al mukmin, karena keberadaannya diwujudkan
(maujud) oleh Allah.

Menurut syaikh Syamsuddin Sumartani, bagi seorang salik yang sudah
mencapai tingkat penghabisan (al muntaha), maka kalimat tauhid “laa
ilaha ilallah” dipahami sebagai “tidak ada wujud mutlak kecuali
Allah”. Dialah Allah satu satunya Wujud Mutlak, artinya mustahil ada
wujud lain yang mempunyai entitas, sifat ataupun perbuatan yang
sama/setara dengan Wujud Mutlak. Allah tempat bergantung segala
sesuatu, tentu saja, karena segala sesuatu selain Allah, apakah itu
alam semesta, syurga, neraka, manusia, jin, malaikat, semuanya ada
karena diwujudkan oleh Allah. Tidak ada sesuatu apapun yang
sekufu/setara dengan-Nya, tentu saja, karena bagaimana mungkin
sesuatu yang keberadaannya saja bergantung kepada Allah mau disebut
setara dengan Allah yang keberadaan-Nya tidak bergantung pada
apapun ? Semua makhluk Allah mempunyai tingkat wujud yang lebih
rendah daripada Allah. Kalau dibuat hierarki wujud, maka wujud Allah
menempati posisi paling tinggi yang tidak ada yang lebih tinggi lagi
dari Wujud Allah, sedangkan semua wujud makhluk Allah berada lebih
rendah daripada wujud Allah.

Jelas ada perbedaan prinsipil antara wahdatul wujud dengan
pantheisme. Pantheisme menganggap bahwa wujud Tuhan itu BERSATU
dengan wujud makhluk, sedangkan wahdatul wujud menganggap bahwa wujud
Tuhan itu TERPISAH dari wujud makhluk. Jadi bagi penganut pantheisme,
wujud Tuhan itu nggak ada, karena Tuhan adalah alam, dan alam adalah
Tuhan. Jelas dari sisi logika maupun dalil kepercayaan pantheisme ini
adalah sesat. Menyamakan wujud Tuhan dengan wujud makhluk sama saja
menyetarakan Tuhan dengan makhluk, yang mana ini bertentangan dengan
QS Al Ikhlas : 4. Menyamakan wujud Tuhan dengan wujud makhluk juga
bertentangan dengan firman Allah :”laisa kamislihi syai’un”, tidak
ada sesuatu apapun yang menyerupai-Nya (saya lupa ini surat apa ayat
berapa, tolong bagi rekan yang tahu, ditambahkan).

Secara logika juga mustahil mengatakan Tuhan adalah alam, dan alam
adalah Tuhan. Dalam filsafat (khususnya filsafat Mulla Sadra),
dikenal apa yang disebut transformasi substansial materi. Pada
awalnya materi universe itu adalah entitas tunggal berupa energi
radiasi. Begitu terjadi Big Bang, mulailah terjadi serangkaian
transformasi substansial lewat suatu mekanisme yang dalam fisika
dikenal dengan istilah spontaneous symmetry breaking (SSB). Dari
rangkaian rangkaian transformasi substansial lewat SSB ini, munculah
keanekaragaman kosmos. Transformasi substansial ini ada yang sifatnya
kosmologis, biologis dan psikologis. Transformasi kosmologis
menghasilkan kenekaragaman quark, atom, senyawa, planet, galaksi.
Transformasi biologis menghasilkan keanekaragaman spesies biologis
dari yang bersel satu sampai yang bersel banyak. Transformasi
psikologis menghasilkan keanekaragaman spirit dari makhluk biologis
dimana disini manusia merupakan puncak kesempurnaan spirik makhluk
biologis. Mengatakan Tuhan adalah alam/materi sama saja mengatakan
bahwa penyebab transformasi substansial materi adalah materi itu
sendiri, yang mana ini mustahil. Penyebab terjadinya transformasi
substansial dalam materi PASTI suatu entitas DILUAR materi, suatu
entitas yang BUKAN materi dan TERPISAH dari materi. Jadi jelas secara
logika, Tuhan itu terpisah dari alam, sehingga jelas logika
pantheisme adalah mustahil.

Begitu saja sekedar renungan Jum’at, sekaligus penyegaran kembali
tentang ma’rifatullah (mengenal Allah). Dalam suatu hadist Rosulullah
SAW pernah bersabda : awalluddina ma’rifatullah, bahwa awal dari
agama ialah mengenal Allah.

Wallahua’lam bish shawab.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Medy (Kawan LamaKu)

Posted by herdi at 13:58:59 | Permalink | Comments (3)

Thursday, December 22, 2005

ICT Diknas

Kolaborasi Industri ICT, BUMN dan Departemen (termasuk didalamnya Departemen Pendidikan Nasional)

1. Wimax akan Segera di Ujicoba, direncanakan akan diberi frekuensi 2.5Hz

2. Postel akan meregulasi ulang frekuensi berikut : 2.5 3.3 3.5 5.8 10.7 (bagaimana bila 1 untuk pendidikan free?)

3. one student one laptop harga $100 maret 2007 akan terwujud syarat depdiknas yang order

4.  Antena WIFI murah produk SMK pontianak akan didukung oleh industri dalam rangka sosialisasi dan pembudayaan untuk menumbuhkan demand

5. Departemen Kesehatan akan mendata data detail kesehatan sampai tingkat posyandu, diharapkan dapat sinergi dengan jaringan tim schoolmapping dikmenjur depdiknas

6. TV Edukasi depdiknas dapat bekerja sama dengan TVRI, bila mungkin alih fungsi TVRI menjadi TVE

7. meeting berikutnya di CMI Bandung jumat tgl 13 januari 2006, diknas diminta untuk dapat mempresentasikan konsepsi TVE dan SCHOOLMAPPING

Posted by herdi at 10:52:07 | Permalink | Comments (3)

Friday, November 18, 2005

Tuhan dan realitas cybernetics

Berikut adalah tulisan kawan lama ku, Meidy

Bahwa realitas makhluk pada hakikatnya ialah realitas cybernetics.
Salah satu karakter dasar sistem cybernetics ialah : ada INFORMASI
yang sifatnya IMMATERIAL, kemudian informasi ini DI TRANSFORMASI ke
LAYER FISIK yang sifatnya MATERIAL, berupa POLA POLA TERATUR di layer
fisik. Sistem cybernetics ini sudah akrab dalam kehidupan kita sehari
hari. Televisi, radio, internet, telepon, adalah contoh contoh sistem
cybernetics. Dalam sistem ini, informasi dibuat oleh agen cerdas
pembuat informasi.

Bahwa realitas makhluk pada hakikatnya ialah realitas cybernetics.
Salah satu karakter dasar sistem cybernetics ialah : ada INFORMASI
yang sifatnya IMMATERIAL, kemudian informasi ini DI TRANSFORMASI ke
LAYER FISIK yang sifatnya MATERIAL, berupa POLA POLA TERATUR di layer
fisik. Sistem cybernetics ini sudah akrab dalam kehidupan kita sehari
hari. Televisi, radio, internet, telepon, adalah contoh contoh sistem
cybernetics. Dalam sistem ini, informasi dibuat oleh agen cerdas
pembuat informasi. Televisi misalnya. Pada mulanya gagasan tentang
acara televisi adalah berupa ide ide IMMATERIAL dari agen cerdas,
yaitu pembuat acara televisi. Melalui serangkaian proses
transformasi, gagasan immaterial ini kemudian DI MANIFESTASIKAN dalam
hierarki layer layer cybernetics yang berakhir pada layer fisik
berupa POLA POLA TERATUR signal signal audio dan video. Signal signal
yang memanifestasikan informasi inilah yang kemudian dipancarkan oleh
transmitter (pemancar di stasion TV) dan diterima oleh receiver (TV
di rumah rumah).

Itulah yang terjadi di alam semesta. Alam semesta ini pada hakekatnya
ialah MANIFESTASI INFORMASI yang diciptakan oleh agen Maha Cerdas,
yaitu Tuhan. Gagasan Tuhan tentang alam semesta dimanifestasikan
dalam bentuk HIERARKI CYBERNETICS alam semesta, dari skala MIKRO
CYBERNETICS dalam realitas SUB ATOMIK, sampai skala MEGA CYBERNETICS
yaitu UNIVERSE. Bagaimana bentuk manifestasi informasi Tuhan itu ?
Dalam layer ENERGETIK, informasi Tuhan itu dimanifestasikan dalam
pola pola teratur pada HUKUM HUKUM FISIKA DAN KIMIA. Dalam layer
KOMPLEKSITAS CYBERNETICS BIOLOGI, informasi itu dimanifestasikan
dalam pola pola teratur pada kode kode genetik dan algoritma genetic
cascade dalam morfogenesis makhluk hidup yang membentuk jaringan sel
sel, organ organ, sistem organ sistem organ, sampai keseluruhan
organisme sebagai satu system cybernetics terintegrasi. Dalam layer
PSIKOLOGIS-SPIRITUAL yang post biologis, informasi itu
dimanifestasikan dalam pola pola teratur model model psikologis
makhluk hidup. Dalam layer BIOSFERA/EKOSISTEM, informasi itu
dimanifestasikan dalam pola pola teratur model model rantai memakan-
dimakan/rantai konversi energi dalam interaksi antar makhluk hidup
dengan makhluk hidup dan interaksi makhluk hidup dengan
lingkungannya. Dalam layer ANTHROPOS, informasi itu dimanifestasikan
dalam pola pola teratur model model interaksi antar manusia membentuk
peradaban manusia. Dalam layer GAIA, informasi itu termanifestasi
dalam pola pola teratur model model rangkaian konversi energi yang
membentuk keseimbangan alam bumi. Dalam layer UNIVERSE, informasi itu
termanifestasi dalam pola pola teratur jaringan planet planet,
bintang bintang, galaksi galaksi, membentuk satu bangunan mega
cybernetics universe. Begitulah seterusnya, dalam tiap tiap jenjang
realitas makhluk, Tuhan menurunkan informasi informasi yang spesifik
sesuai karakteristik tiap layer cybernetics makhluk.

Inilah paradigma yang sebenar benarnya dalam memandang realitas,
sebagai anti tesa terhadap paradigma materialisme-reduksionis-
atheistik yang memandang bahwa realitas cybernetics makhluk itu hanya
sekedar hasil rangkaian kebetulan demi kebetulan dari interaksi
aksidental materi. Paradigma absurd inilah yang mendominasi sains
saat ini. Paradigma absurd inilah yang menghantarkan manusia pada
nihilisme, menghantarkan manusia dalam samudra kegelapan kehidupan
yang tanpa arti, sesuai karakter dasar materi yang gelap.
Na’udzubillah, tsumma na’udzubillah min dzalik.

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari racun materialisme-
atheistik, dan senantiasa membimbing kita untuk tetap pada jalan
terang benderang, jalan paradigma cybernetics-theistik, amien.

Wallahua’lam bish shawab.

Posted by herdi at 07:15:37 | Permalink | Comments (1) »

Monday, October 31, 2005

ICT di Subsidi Bandwith Internet 512K - 1M

Kalau 1 ict diberi subsidi bandwith 1 Mega, agar semua SMP, SMA, SMK di kab tersebut  dapat Terkoneksi ke WAN KOTA. Tolong Saran nya…..

ICT Subsidi 512 - 1 mega klo 1 ict diberi subsidi bandwith 1 mega, agar semua SMP, SMA, SMK di kab tsb terkoneksi ke wan kota, dengan antene bikinan (SMKN 4) pontianak, utk setiap client, apa yang mungkin terjadi? Kita lagi merancang besaran bandwith utk 200-350kab. untuk tahun depan.

Tolong Saran nya…..

Posted by herdi at 03:30:19 | Permalink | Comments (1) »

Sunday, October 30, 2005

Diklat Membuat Acces Point & Antena

Pelatihan pembuatan antene grid P Nurdianto SMKN Ponorogo Tx infonya, sdh pernah bikin antene utk client? Klo bikin pelatihan bikin antene utk client di SMK anda kira2 bisa ngak?

Pelatihan pembuatan antene grid P Nurdianto SMKN Ponorogo Tx infonya, sd h pernah bikin antene utk client? Klo bikin pelatihan bikin antene utk client di SMK anda kira2 bisa ngak? Kita undang pakarnya, kmdn pesertanya ICT dr msg2 kota/kab sejatim; bt pula propinsi lain, shg mrk pulang bawa prototype yg bisa di buat di masing2 daerah, utk di produksi memenuhi kebutuhan semua sekolah disana. Bgmn menurut anda?

Dan kita buat jd project work juga utk uji kompetensi 2006 jurusan it/elektronik; shg percepatan penetrasi internet di SMP, PKBM di thn 2006 bisa mencapai 350an kab, bersamaan degan penetrasi TV Edu di setiap kab. cc P Widjil, B Yona, P Jarwanto, PBp, P Mus, P Djoko, dk SMK ICT, Nara.

(SMS Pribadi Direktur Dikmenjur 30Okt05 0:37WIB)

Posted by herdi at 19:02:58 | Permalink | Comments (4)