<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>~Bangun Dunia dr Diri Kita~</title>
	<atom:link href="http://herdiana.blog.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herdiana.blog.com</link>
	<description>Segala sesuatu dimulai dari diri sendiri, ubah dan bentuk diri kita sendiri menjadi baik, otomatis lingkungan disekitar kita akan baik, karena kita tahu bahwa lingkungan merupakan kumpulan dari pribadi2</description>
	<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 00:02:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Industri berbasis SMK harga mati bagi Home Industri Indonesia</title>
		<link>http://herdiana.blog.com/2009/01/29/industri-berbasis-smk-harga-mati-bagi-home-industri-indonesia/</link>
		<comments>http://herdiana.blog.com/2009/01/29/industri-berbasis-smk-harga-mati-bagi-home-industri-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 00:02:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herdi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[perekonomian]]></category>

		<category><![CDATA[produk dalam negeri]]></category>

		<category><![CDATA[smk]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[http://www.facebook.com/profile.php?id=835798306#/note.php?note_id=47682286847<br />
http://www.slideshare.net/herdiy/pengembangan-industri-berbasis-smk-presentation<br />
<br />
Perkembangan Industri Negera China sungguh amat mencengangkan sampai-sampai membuat bulukuduk sang negara super power Amerika merinding. Amerika berupaya untuk mengembargo, namun ternyata embargo nya tidak efektif, Industri China tetap berjalan tak berkeming. China merupakan raksasa industri dunia saat ini.<br />
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>http://www.facebook.com/profile.php?id=835798306#/note.php?note_id=47682286847<br />
http://www.slideshare.net/herdiy/pengembangan-industri-berbasis-smk-presentation</p>
<p>Perkembangan Industri Negera China sungguh amat mencengangkan sampai-sampai membuat bulukuduk sang negara super power Amerika merinding. Amerika berupaya untuk mengembargo, namun ternyata embargo nya tidak efektif, Industri China tetap berjalan tak berkeming. China merupakan raksasa industri dunia saat ini.
</div>
<div>
<br />
10th yang lalu ternyata China lebih terpuruk dibanding kondisi di Indonesia pada tahun 90an. Namun kondisi sekarang jauh lebih baik, dibanding Indonesia. Cukup jauh. Apa gerangan yang menyebabkannya? Bila dipelajari, salah satu kebijakan pemerintahan China yang mendukung perkembangan industri di China adalah adanya pengembangan Vocational School yang disupport oleh pemerintahan untuk menjadi cikal bakal industri-industri rumahan. Vocational School dberikani support penuh oleh Pemerintah China agar berkembang menjadi sebuah pabrik/industri. Industri-industri yang ada diminta berpartner dengan Vocational School Industri. SDM nya terdiri dari siswa2 yang dilatih dengan real praktek (learning by doing) dan dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi. Sehingga berjalan dengan waktu, China yang semula mempunya produk2 yang dikenal dengan kualitasnya yang kurang baik (ini dikarenakan merupakan hasil produksi yang baru mulai/tahap belajar) namun kemudian beriring dengan waktu adanya improvement yang berkelanjutan, akhirnya China dapat membuat produk dengan kualitas nomor 1. Sekarang China menjadi tempat produksi segala jenis manufaktur/industri produk dari sebagian besar merk terkenal di dunia, apakah itu produk jepang, jerman, amerika dll dari mulai otomotif (motor, mobil), it (laptop, pc, dll), dll semua dibuat oleh di china yang notabene merupakan hasil dari pengembangan vocational school industri yang didukung pemerintah dan industrinya.</p>
<p>Berjalan dengan waktu alumni2 vocational school industri bertebaran lepas dari Vocational School Industri. Pemerintah china memberikan barang modal berupa mesin perkakas dan atau lainnya untuk melakukan produksi sparepart/komponen suatu produk yang kemudian dapat diintegrasikan di Vocational School Industri untuk kemudian dipasarkan. Beberapa alumni berkonsorsium untuk bekerjasama membuat spare part komponen suatu produk dan ada diantaranya yang berperilaku sebagai integrator seperti Vocational School Industri.</p>
<p>Dan jadilah china seperti sekarang ini. komputer Toshiba, HP, Acer, dll di manufaktur disana.</p>
<p>Indonesia punya SMK yang mempunyai resources yang cukup menjanjikan ( <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=732559807&amp;v=app_2347471856&amp;viewas=732559807#/note.php?note_id=45069806847" onmousedown='UntrustedLink.bootstrap($(this), "0ba7a9e578d6c64819447832a40885b7", event)' target="_blank" rel="nofollow"><span>http://www.facebook.com/pr</span><wbr /><span>ofile.php?id=732559807&amp;v=a</span><wbr /><span>pp_2347471856&amp;viewas=73255</span><wbr /><span>9807#/note.php?note_id=450</span><wbr />69806847</a> ).<br />
Home Industry/Industri rumahan di Indonesia belum bisa diciptakan jikalau:</p>
<p>1 Belum banyak sdm yang kompeten dalam real praktek industri<br />
2 Belum banyak sdm yang punya barang modal untuk melakukan industri<br />
3 Belum ada sistem yang memfasilitasi terjadinya siklus produksi<br />
4 Belum ada pasar yang definitif untuk produk industri tersebut<br />
5 Belum ada inovasi penciptaan cost Efisiensi pada proses produksi untuk menekan harga</p>
<p>Mari kita Copy Paste pengalaman China ke Indonesia, Keliatannya Kita akan berhasi.l</p>
<p>SMK salah satu Sekolah Lanjutan Tingkat atas sama dengan Vocational School di China. Direktorat Pembinaan SMK - Depdiknas mempunyai kebijakan mengembangkan SMK menjadi Industri/Pabrik dengan program Industri berbasis SMK (bahasa Lainnya:Teaching industry di SMK).</p>
<p>(1)<br />
Dengan SMK menjadi Industri (SMK Industry), SDM yang diluluskan akan kompeten, tentu ada harga bagi sebuah pembelajaran dimana pada tahap2 awal (pada 1sd2 tahun pertama) masih diperlukan proses awal pembelajaran sehingga produk2nya belum berkualitas prima, akan tetapi layanan terhadap customer tetap diberikan kenyamanan terhadap jaminan produk, karena ada full jaminan dari Industri SMK garansi ~100%, kenapa? karena setiap keluhan yang ditemui oleh customer itu layaknya &#8220;EMAS PENGETAHUAN&#8221; bagi SMK Industry untuk memperbaiki kelemahan dari produknya, karena hal tersebut baik SMK Industry layaknya sebuah penelitian yang dilakukan oleh customer untuk perbaikan produk SMK Industry.</p>
<p>(2)(3)<br />
Siswa SMK yang selesai berprilaku sebagai industriawan di SMK Industry akan dilepas kerumahnya masing2 dengan dibekali barang modal berupa mesin perkakas dan atau dalam bentuk lainnya, untuk melakukan produksi komponen tertentu sesuai dengan kompetensi dan pengalamannya, dimana hasilnya dapat direct dijual ke SMK Industry untuk kemudian di integrasikan menjadi wujud final suatu produk. Beberapa alumni bisa membentuk konsorsium tersendiri untuk membentuk pola integrasinya sendiri.</p>
<p>(4)<br />
Seperti disampaikan dalam note Teaching Industry SMK ( <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=732559807&amp;v=app_2347471856&amp;viewas=732559807#/note.php?note_id=45069806847" onmousedown='UntrustedLink.bootstrap($(this), "0ba7a9e578d6c64819447832a40885b7", event)' target="_blank" rel="nofollow"><span>http://www.facebook.com/pr</span><wbr /><span>ofile.php?id=732559807&amp;v=a</span><wbr /><span>pp_2347471856&amp;viewas=73255</span><wbr /><span>9807#/note.php?note_id=450</span><wbr />69806847</a> ) bahwa SMK di Indonesia akan menjadi sekolah tingkat atas dengan proporsi jumlah mencapai 70% dibanding sekolah menengah tingkat atas lainnya. Hal ini berarti adanya suatu potensi populasi yang cukup besar. Di sisi yang lain Konsep Pendidikan di SMK adalah Pendidikan yang berbasiskan pada keseimbangan pendidikan antara praktek dan teori, artinya selain kita harus menciptakan alumni SMK yang siap kerja, cerdas dan kompetitif, disitu timbul potensi pasar yang cukup besar untuk pemenuhan peralatan dan sarana prasarana pembelajaran bagi SMK. Ini merupakan captive market yang cukup potensial.</p>
<p>(5)<br />
Sebesar-besarnya anggaran yang ada tentu tidak dapat memenuhi semua perkembangan kebutuhan sarana prasarana SMK yang mengikuti pertumbuhan jumlah siswa SMKnya. untuk mempercepat penetrasi pemerataan ke setiap SMK yang muncul, perlu inovasi bagaimana dapat menciptakan sarana prasaran yang murah. Alliansi antara dunia industri dan dunia SMK menjadi salah satu jawaban, dimana terdapat sharing resources untuk beberapa keperluan yang selama ini berjalan masing2. Sehingga ada efisiensi biaya produksi dan pemasaran yang &#8220;cukup sangat signifikan sekali&#8221;.</p>
<p>Oleh karenanya Dit. PSMK membuka kran kerjasama &#8220;selebar-lebarnya, sepanjang-panjangnya, seluas-luasnya, setinggi-tingginya&#8221; kepada semua institusi terkait, Dunia Usaha dan Dunia Industri untuk bersama-sama menciptakan perekonomian indonesia yang lebih baik, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat indonesia melalui Pengembangan Industri berbasis SMK.</p>
<p>Terimakasih</p>
<p>email: herdiy@yahoo.com<br />
sms: 08157146943<br />
ym id: herdiy<br />
fb id: herdiy
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herdiana.blog.com/2009/01/29/industri-berbasis-smk-harga-mati-bagi-home-industri-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>TEACHING INDUSTRY SMK</title>
		<link>http://herdiana.blog.com/2009/01/29/teaching-industry-smk/</link>
		<comments>http://herdiana.blog.com/2009/01/29/teaching-industry-smk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 23:58:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herdi</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Teaching Industri SMK dalam:<br />
- Menciptakan SDM Unggul (Siap Kerja, Cerdas, &#38; Kompetitif)<br />
- Membantu Perkembangan Perekonomian Indonesia<br />
<br />
Direktorat Pembinaan SMK (Dit. PSMK) - Departemen Pendidikan Nasional, menerapkan konsep Teaching Industri dengan latar belakang sebagai berikut:<br />
1. Sekitar 250jt Penduduk Indonesia merupakan pasar potensial bagi produk2 seperti otomotif (motor, mobil, dll), komputer/laptop, handphone, daging, susu, dll<br />
2. Namun ternyata pemenuhan barang2 tersebut diorder dari supplier2 yang mengimpor dari luarnegeri (china, dll)<br />
3. Alhasil potensi Pasar tersebut tidak memberikan efek positif yang signifikan terhadap perekonomian indonesia, karena perputaran uang lari keluar negeri dan sama sekali tidak menimbulkan penyerapan tenaga kerja yg signifikan karena proses produksi/manufaktur dilakukan di luar negeri.<br />
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Teaching Industri SMK dalam:<br />
- Menciptakan SDM Unggul (Siap Kerja, Cerdas, &amp; Kompetitif)<br />
- Membantu Perkembangan Perekonomian Indonesia</p>
<p>Direktorat Pembinaan SMK (Dit. PSMK) - Departemen Pendidikan Nasional, menerapkan konsep Teaching Industri dengan latar belakang sebagai berikut:<br />
1. Sekitar 250jt Penduduk Indonesia merupakan pasar potensial bagi produk2 seperti otomotif (motor, mobil, dll), komputer/laptop, handphone, daging, susu, dll<br />
2. Namun ternyata pemenuhan barang2 tersebut diorder dari supplier2 yang mengimpor dari luarnegeri (china, dll)<br />
3. Alhasil potensi Pasar tersebut tidak memberikan efek positif yang signifikan terhadap perekonomian indonesia, karena perputaran uang lari keluar negeri dan sama sekali tidak menimbulkan penyerapan tenaga kerja yg signifikan karena proses produksi/manufaktur dilakukan di luar negeri.
</div>
<div>
4. Dit. PSMK mempunyai tupoksi menjadikan SMK sebagai salah satu tulang punggung pergerakan ekonomi bangsa dengan menciptakan lulusan SMK yang siap kerja, cerdas, dan kompetitif<br />
5. Dit. PSMK berpotensi kompetitif, data tahun 2008 menjunjukkan: alokasi anggaran sekitar 2triliun/th), mempunyai 7.800 SMK, 175rb guru &amp; 3,29jt siswa, SMK rata berlahan 2Ha (khusus SMK Pertanian antara 15-30Ha), bergerak di 121 bidang garapan (pertanian, seni, laut, mesin, otomotif, IT, dll)<br />
6. Kebijakan Pemerintah akan memutar balik rasio siswa SMK:SMA, yang semula 30:70 (th2004) dan pada akhirnya menyampai rasio 70:30. Posisi 2008 rasio siswa SMK:SMA mencapai 46:53, dan ditargetkan sd th2014 mencapai rasio 67:33</p>
<p>Dengan latar belakang tersebut, Dit. PSMK mencoba menerapkan konsep Teaching Industri, yaitu suatu konsep share Sumber Daya dalam rangka mengoptimalkan sumber daya yang tersedia demi mencapai kebermanfaatan yang dapat dirasakan oleh banyak pihak dalam berbagai sektor.</p>
<p>Teaching Industri SMK, mengajak kepada semua Industri membantu Dit. PSMK menciptakan SDM SMK yang Siap Kerja, Cerdas, dan Kompetitif, dengan membuat proses Industri berlangsung di SMK, melibatkan unsur SDM SMK ( terutama Siswa) sebagai sarana praktek real bagi siswa, menggunakan sarana-lahan-anggaran praktek SMK untuk membuat produk industri real (motor, komputer, laptop, engine, cnc, dll) yang siap dipasarkan.</p>
<p>Dengan Pengembangan Program Teaching Industri ini, benefit yang diambil adalah:<br />
1. Bagi SMK: Dapat diperoleh lulusan SMK yang benar2 sudah pengalaman industri real, sehingga benar2 siap kerja, cerdas, dan kompetitif<br />
2. Bagi Industri: Dapat biaya ongkos produksi murah dengan tetap terjaga kualitas(?), karena proses produksinya merupakan bagian dari pembelajaran yang terawasi kualitasnya, sehingga over headnya bisa ditekan mendekati Rp. 0 (nol rupiah)<br />
3. Bagi Perekonomian Indonesia: Dapat mengurangi mengalirnya uang ke luar negeri, sehingga uang berputar didalam yang mengakibatkan peningkatan perekonomian nasional.<br />
4. Bagi Produk Indonesia: Tercipta Produk sangat Murah yang dapat bersaing di pasaran.<br />
5. Bagi..(?) dll&#8230;(?)</p>
<p>Dengan pemanfaatan bersama antara fungsi pendidikan dengan fungsi industri, terjadi efisiensi sumber daya yang cukup besar, yang salah satu keuntungan besarnya adalah dapat menciptakan produk dengan harga murah (karena sdm Rp. ~0, sewa lahan Rp. ~0, sewa ruang Rp. ~0, sewa alat Rp. ~0, biaya energi Rp. ~0).</p>
<p>Dit. PSMK bahkan siap mengalokasikan anggaran untuk memenuhi standar peralatan dan ruang yang dibutuhkan oleh industri untuk memanufaktur suatu produk, dan juga alokasi anggaran untuk peningkatan kualitas SDM seusai yang dipersayaratkan industri, sesuai kesepakatan bersama.</p>
<p>Industri akan bertanya bagaimana dg kualifikasi SDM SMK (Siswa &amp; Gurunya)?</p>
<p>Tentunya industri minta yang kualified agar bisa terjadi proses produksi yang efektif dan efisien untuk menciptakan produk yang berkualitas sesuai yang dipersyaratkan. tentu tidak bisa dipungkiri bahwa siswa SMK ada yg sdh kualified &amp; ada yg belum, ini tidak boleh dibiarkan, ini adalah tugas Institusi SMK u membuat SDM mjd kualified sesuai dgn yg dibutuhkan industri (walaupun tidak bisa sampai 100% akan tetapi, bisa mendekati)</p>
<p><span>Caranya bijimana? industri tentu punya kualifikasi/kriteria SDM yang bisa menjalankan proses produksi/bisnis/manufaktur</span></p>
<div><wbr /> terkait produknya. Dari kualifikasi itu, kita breakdown kedalam Kurikulum yang ada sebagai konsentrasi pengayaan keahlian untuk peningkatan kualitas siswa SMK (sebagai informasi, kurikulum sekarang adalah kurikulum berbasis satuan pendidikan dimana masing2 SMK bisa menambahkan penekanan/konsentrasi sesuai yang diperlukan). SDM Industri bisa melatih guru-guru SMK bagaimana menguasai hal tersebut dan bagaimana menciptakan SDM yang bisa menguasai hal itu (Pemerintah mempunyai alokasi anggaran untuk peningkatan kualitas guru yang dipersyaratkan o Industri partner). Dan sangat terbuka sekali apabila SDM industri berkenan menjadi bagian pengajar di SMK, dit. PSMK sangat senang sekali mendapat bantuan tersebut.</p>
<p>Untuk lebih meyakinkan Bisa dibuat program masa produktif Siswa adalah di th ke4, dimana siswa sudah menerima semua kompetensi2 yang harus dikuasai selama 3th. siswa yg ikut serta produksi kita persyaratkan harus lulus test kompetensi sesuai yang dibutuhkan indutri partner. so SDM tidak perlu dikhuawatirkan.</p>
<p>Lalu bagaimana Pasarnya?</p>
<p>Pada th2008: SMK mengadakan sekitar 8.000 komputer dilakukan dg assembly sendiri oleh 200 SMK. dan di th2009 dari SMK tersebut akan dipilih yang kualified u memproduksi komputer bagi SMK lainnya (&amp; tdk menutup kemungkinan u SMA, SMP, SD). SMK lainnya melaksanakan Teaching Industri bidang Laptop (dibwh 5jt), CNC Miling (bisa 50% harga pasar) dan assembly motor indonesia (KANZEN-SMK) (sekitar 7jt/motor). Sekitar 10 SMK bidang pertanian, 90 SMK Hotel Training, 140 SMK bidang retail, yang semua menjadi tempat teaching industri.</p>
<p>Jadi selain Pasar umum, kita punya Pasar yang kita create sendiri, Dit. PSMK punya captive market dari jumlah siswa &amp; guru yang tersebut di atas. untuk th 2009 tidak kurang dari 300rb laptop harus kita buat u siswa SMK SBI, sekitar jml yang sama untuk Komputer PC, kebutuhan Motor berkembang, kita dapat mengarahkan guru dan siswa u mengambil motor terrsebut dg bantuan kridit dg bunga yang jauh lebih murah dibanding yang lain. Untuk CNC ada sekitar 3000 SMK yang membutuhkan CNC, dan produksi2 lain</p>
<p>Dalam mendukung Program tersebut, Dit. PSMK mengeluarkan kebijakan &#8220;setiap pembelian alat untuk SMK (Selaian anggaran APBD I dan II juga masyarakata, Dit. PSMK mengalokasikan sekitar 70% dr total anggaran Dit. PSMK) harus beli produk dalam negeri, dan apabila ada penggunaan tenaga ahli diprioritaskan tenaga ahli dalam negeri.</p>
<p>SAVE INDONESIA, CINTAI PRODUK DALAM NEGERI<br />
<a href="http://apps.facebook.com/causes/140134?m=c9c214f0&amp;recruiter_id=23508506" onmousedown='UntrustedLink.bootstrap($(this), "0ba7a9e578d6c64819447832a40885b7", event)' target="_blank" rel="nofollow"><span>http://apps.facebook.com/c</span><wbr /><span>auses/140134?m=c9c214f0&amp;re</span><wbr />cruiter_id=23508506</a></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herdiana.blog.com/2009/01/29/teaching-industry-smk/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>&#8221; N D E S O &#8221;</title>
		<link>http://herdiana.blog.com/2008/02/24/n-d-e-s-o/</link>
		<comments>http://herdiana.blog.com/2008/02/24/n-d-e-s-o/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2008 21:16:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herdi</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[&#160;Deso (baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan,<br />
<br />
udik, sock culture, Countrified dan sejenisnya. Ketika mengalami atau<br />
<br />
merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa<br />
<br />
takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan tidak<br />
<br />
ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia menganggap<br />
<br />
hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru merasakan dan<br />
<br />
mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak<br />
<br />
orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya, dengan harapan orang<br />
<br />
yang diajak juga sama terkagum-kagum sama seperti dia.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>&#160;Deso (baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan,</p>
<p>udik, sock culture, Countrified dan sejenisnya. Ketika mengalami atau</p>
<p>merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa</p>
<p>takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan tidak</p>
<p>ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia menganggap</p>
<p>hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru merasakan dan</p>
<p>mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak</p>
<p>orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya, dengan harapan orang</p>
<p>yang diajak juga sama terkagum-kagum sama seperti dia.
</p></div>
<div>
<p>Lebih dari itu ia berharap agar orang lain juga mendukung terhadap</p>
<p>langkah-langkah untuk menikmatinya terus-menerus. Hal ini biasa,</p>
<p>seperti saya juga sering mengalami hal demikian, tetapi kita terus</p>
<p>berupaya untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang lain, serta</p>
<p>belajar bagaimana caranya tidak jadi orang norak, kampungan alias deso.</p>
<p>Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali dekan atau</p>
<p>bahkan Rektorpun ada yang naik sepeda datang ke kampus. Sementara si</p>
<p>Pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana.</p>
<p>Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman kepada pemerintah</p>
<p>Indonesia mereka menjemput pejabat Indonesia di Narita. Dari Tokyo naik</p>
<p>kendaraan umum, sementara yang akan di jemput, pejabat Indonesia naik</p>
<p>mobil dinas Kedutaan yaitu mercy.</p>
<p>Ketika saya di Australia berkesempatan melihat sebuah acara ceremoni</p>
<p>dari jarak yang sangat dekat, dihadiri oleh pejabat setingkat menteri,</p>
<p>saya tertarik mengamati pada mobil yang mereka pakai Merk Holden baru</p>
<p>yang paling murah untuk ukuran Australia. Yang menarik, para</p>
<p>pengawalnya tidak terlihat karena tidak berbeda penampilannya dengan</p>
<p>tamu-tamu, kalau tidak jeli mengamati kita tidak tahu mana pengawalnya.</p>
<p>Di Sidney saya berkenalan dengan seorang pelayan restoran Thailand. Dia</p>
<p>seorang warga Negara Malaysia keturunan cina, sudah selesai S3,</p>
<p>sekarang lagi mengikuti program Post Doc, Dia anak serorang pengusaha</p>
<p>yang kaya raya. Tidak mau menggunakan fasilitas orang tuanya malah jadi</p>
<p>pelayan. Dia juga sebenarnya dapat beasiswa dari perguruan tingginya.</p>
<p>Satu bulan saya di jepang tidak melihat orang pakai hp komunikator,</p>
<p>mungkin kelemahan saya mengamati. Dan setelah saya baca Koran ternyata</p>
<p>konsumen terbesar hp komunikator adalah Indonesia. Sempat berkenalan</p>
<p>juga dengan seorang yang berada di stasiun kereta di Jepang, ternyata</p>
<p>dia anak seorang pejabat tinggi Negara, juga naik kereta. Yang tak</p>
<p>kalah serunya saya juga jadi pengamat berbagai jenis sepatu yang di</p>
<p>pakai masyarakat jepang ternyata tak bermerk, wah ini yang deso siapa</p>
<p>yaa?</p>
<p>Sulit membedakan tingkat ekonomi seseorang baik di jepang atau di</p>
<p>Australia, baik dari penampilannya, bajunya, kendaraannya, atau</p>
<p>rumahnya. Kita baru bisa menebak kekayaan seseorang kalau sudah tahu</p>
<p>pekerjaan dan jabatanya di perusahaan. Jangan-jangan orang jepang</p>
<p>diajak ke Pondok Indah bisa Pingsan melihat rumah segitu gede dan</p>
<p>mewahnya. Rata-rata rumah disana memiliki tinggi plafon yang bisa</p>
<p>dijambak dengan tangan hanya dengan melompat. Sehingga duduknyapun</p>
<p>banyak yang lesehan.</p>
<p>Sampai akhir hayatnya Rasulullah tidak membuat istana Negara dan</p>
<p>Benteng Pertahanan (khandaq hanyalah strategi sesaat, untuk perang</p>
<p>ahzab saja), padahal Rasulullah sudah sangat mengenal kemawahan istana</p>
<p>raja-raja Negara sekelilingnya, karena Beliau punya pengalaman</p>
<p>berdagang. Ternyata Beliau tidak menjadi silau terus ikut-ikutan latah</p>
<p>ingin seperti orang-orang. Lalu dimana aktivitas kenegaraan dilakukan?</p>
<p>Mengingat beliau sebagai kepala Negara. Jawabannya ya di masjid.</p>
<p>Beliau punya banyak jalan yang legal untuk bisa membangun istana. Di</p>
<p>mekkah nikah dengan janda kaya, di madinah jadi kepala Negara, punya</p>
<p>hak prerogative dalam mengatur harta rampasan perang, dan ada jatah</p>
<p>dari Allah untuk dipergunakan sekehendak beliau, belum hadiah dari</p>
<p>raja-raja. Tetapi mengapa beliau sering kelaparan, ganjal perut dengan</p>
<p>batu, puasa sunnah niatnya siang hari, shalat sambil duduk menahan</p>
<p>perih perut dan seterusnya.</p>
<p>Ketika Indonesia sedang terpuruk, Hutang lagi numpuk, rakyat banyak</p>
<p>yang mulai ngamuk, Negara sedang kere, banyak yang antri beras, minyak</p>
<p>tanah, minyak goreng dll. Maka harga diri kita tidak bisa diangkat</p>
<p>dengan medali emas turnamen olah raga, sewa pemain asing, banyak</p>
<p>ceremonial yang gonta-ganti bajuseragam, baju dinas, merek mobil,</p>
<p>proyek mercusuar, dll, dsb, dst</p>
<p>Bangsa ini akan naik harga dirinya kalo utang sudah lunas, kelaparan</p>
<p>tidak ada lagi, tidak ada pengamen dan pengemis, tidak ada lagiwanita</p>
<p>tidak solat (WTS) , angka criminal rendah, korupsi berkurang,</p>
<p>punyaposisi tawar terhadap kekuatan global. Maka orang Deso (alias</p>
<p>norak) tidak mampu mengatasi kerisis karena tidak bisa menjadikan</p>
<p>krisis sebagai paradigma dalam menyusun APBD dan APBN. Nah karenayang</p>
<p>menyusun orang-orang norak maka asumsi dan paradigma yang dipakai</p>
<p>adalahNegara normal atau bahkan mengikut Negara maju. Bayangkan ada</p>
<p>daerah yang menganggarkan Sepak Bola 17 Milyar sementara anggaran</p>
<p>kesranya 100 juta,wiiieh!</p>
<p>Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat mengerikan dari</p>
<p>atas sampai bawah:</p>
<p>-Orang bisa antri raskin sambil pegang hp</p>
<p>-Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok</p>
<p>-Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untk beli tv dan kulkas</p>
<p>-Orang kampung mabok patungan Orang bule mabuk kelebihan uang</p>
<p>-Lagi mabok muntah keluar kangkung, genjer toge</p>
<p>-Pengemis bisa pake walkman sambil goyang kepala</p>
<p>-Para Pengungsi bisa berjoged dalam tendanya</p>
<p>-Orang mo beli Gelar akademis di ruko-ruko tanpa kuliah</p>
<p>-Ijzah S3 luar negeri bisa di beli sebuah rumah petakan gang sempit di</p>
<p>cibubur</p>
<p>-Kelihatannya orang sibuk ternyata masih intensive keluar masuk Mc</p>
<p>Donald</p>
<p>-Kelihatannnya orang penting, ternyata sangat tahu detail dunia</p>
<p>persepakbolaan. Jadi masih sempat ngurusin kulit bulat diisi angin</p>
<p>-Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk mencetin hp</p>
<p>-62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja</p>
<p>-Agar rakyat tidak kelaparan maka para pejabatnya dansa dansi di acara</p>
<p>tembang kenangan.</p>
<p>-Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong bahenol ngebor</p>
<p>-Agar masyarakat cerdas maka sajikan lagu goyang dombret dan wakuncar</p>
<p>-Agar bisa disebut terbuka maka harus bisa buka-bukaan</p>
<p>-Agar kelihatan inklusif maka harus bisa menggandeng siapa saja, kalo</p>
<p>perlu jin tomang bisa digandeng</p>
<p>Yang lebih mengerikan adalah supaya kita tidak terlihat kere, maka</p>
<p>harus bisa tampil keren. Makin kiamatlah kalo si kere tidak tahu</p>
<p>dirinya kere. (*)</p>
<p>Tulisan ini dibuat oleh: Abdulllah Muadz (dari milis tetangga)
</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herdiana.blog.com/2008/02/24/n-d-e-s-o/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Menangis untuk Adikku 6 Kali</title>
		<link>http://herdiana.blog.com/2008/02/20/aku-menangis-untuk-adikku-6-kali/</link>
		<comments>http://herdiana.blog.com/2008/02/20/aku-menangis-untuk-adikku-6-kali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 20:15:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herdi</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<br />
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang<br />
<br />
sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku<br />
<br />
membajak tanah kering kuning, dan punggung<br />
<br />
mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai<br />
<br />
seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.<br />
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang</p>
<p>sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku</p>
<p>membajak tanah kering kuning, dan punggung</p>
<p>mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai</p>
<p>seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
</div>
<div>
<p>
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang</p>
<p>mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya</p>
<p>membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci</p>
<p>ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat</p>
<p>adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan</p>
<p>sebuah tongkat bambu di tangannya.</p>
<p>&#8220;Siapa yang mencuri uang itu?&#8221;</p>
<p>Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk</p>
<p>berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun</p>
<p>mengaku, jadi Beliau mengatakan,</p>
<p>&#8220;Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!&#8221;</p>
<p>Dia mengangkat tongkat bambu <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203512875_2">itu</span> tingi-tinggi.</p>
<p>Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan</p>
<p>berkata,</p>
<p>&#8220;Ayah, aku yang melakukannya!&#8221;</p>
<p>Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku</p>
<p>bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus</p>
<p>menerus mencambukinya sampai Beliau</p>
<p>kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas</p>
<p>ranjang batu bata kami dan memarahi,</p>
<p>&#8220;Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang,</p>
<p>hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di</p>
<p>masa mendatang? &#8230; Kamu layak dipukul sampai</p>
<p>mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!&#8221;</p>
<p>Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam</p>
<p>pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia</p>
<p>tidak menitikkan air <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203512875_3">mata</span> setetes pun.</p>
<p>Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai</p>
<p>menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku</p>
<p>dengan tangan kecilnya dan berkata,</p>
<p>&#8220;Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya</p>
<p>sudah terjadi.&#8221;</p>
<p>Aku masih selalu membenci diriku karena tidak</p>
<p>memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku.</p>
<p>Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut</p>
<p>masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak</p>
<p>pernah akan lupa tampang adikku ketika ia</p>
<p>melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun.</p>
<p>Aku berusia 11.</p>
<p>Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di</p>
<p>SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat</p>
<p>kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima</p>
<p>untuk masuk ke sebuah universitas propinsi.</p>
<p>Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap</p>
<p>rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.</p>
<p>Saya mendengarnya memberengut,</p>
<p>&#8220;Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu</p>
<p>baik&#8230;hasil yang begitu baik&#8230;&#8221;</p>
<p>Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan</p>
<p>menghela nafas,</p>
<p>&#8220;Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa</p>
<p>membiayai keduanya sekaligus?&#8221;</p>
<p>Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan</p>
<p>ayah dan berkata,</p>
<p>&#8220;Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi,</p>
<p>telah cukup membaca banyak buku.&#8221;</p>
<p>Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku</p>
<p>pada wajahnya.</p>
<p>&#8220;Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat</p>
<p>lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis</p>
<p>di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua</p>
<p>sampai selesai!&#8221;</p>
<p>Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di</p>
<p>dusun <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203512875_4">itu</span> untuk meminjam uang. Aku menjulurkan</p>
<p>tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku</p>
<p>yang membengkak, dan berkata,</p>
<p>&#8220;Seorang anak laki-laki harus meneruskan</p>
<p>sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah</p>
<p>meninggalkan jurang kemiskinan ini.&#8221;</p>
<p>Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi</p>
<p>meneruskan ke universitas.</p>
<p>Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh</p>
<p>datang, adikku meninggalkan rumah dengan</p>
<p>beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang</p>
<p>yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping</p>
<p>ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas</p>
<p>bantalku:</p>
<p>&#8220;Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya</p>
<p>akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.&#8221;</p>
<p>Aku memegang kertas tersebut di atas tempat</p>
<p>tidurku, dan menangis dengan air <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203512875_5">mata</span> bercucuran</p>
<p>sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17</p>
<p>tahun. Aku 20.</p>
<p>Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun,</p>
<p>dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut</p>
<p>semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku</p>
<p>akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).</p>
<p>Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika</p>
<p>teman sekamarku masuk dan memberitahukan,</p>
<p>&#8220;Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar</p>
<p>sana!&#8221;</p>
<p>Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku?</p>
<p>Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh,</p>
<p>seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan</p>
<p>pasir. Aku menanyakannya,</p>
<p>&#8220;Mengapa kamu tidak bilang pada teman</p>
<p>sekamarku kamu adalah adikku?&#8221;</p>
<p>Dia menjawab, tersenyum,</p>
<p>&#8220;Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan</p>
<p>mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu?</p>
<p>Apa mereka tidak akan menertawakanmu?&#8221;</p>
<p>Aku merasa terenyuh, dan air <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203512875_6">mata</span> memenuhi</p>
<p>mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku</p>
<p>semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku,</p>
<p>&#8220;Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu</p>
<p>adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku</p>
<p>bagaimana pun penampilanmu&#8230;&#8221;</p>
<p>Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut</p>
<p>berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku,</p>
<p>dan terus menjelaskan,</p>
<p>&#8220;Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi</p>
<p>saya pikir kamu juga harus memiliki satu.&#8221;</p>
<p>Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi.</p>
<p>Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan</p>
<p>menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20.</p>
<p>Aku 23.</p>
<p>Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca</p>
<p>jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih</p>
<p>di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari</p>
<p>seperti gadis kecil di depan ibuku.</p>
<p>&#8220;Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak</p>
<p>waktu untuk membersihkan rumah kita!&#8221;</p>
<p>Tetapi katanya, sambil tersenyum,</p>
<p>&#8220;Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk</p>
<p>membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat</p>
<p>luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang</p>
<p>kaca jendela baru itu..&#8221;</p>
<p>Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat</p>
<p>mukanya yang kurus, seratus jarum terasa</p>
<p>menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada</p>
<p>lukanya dan mebalut lukanya.</p>
<p>&#8220;Apakah itu sakit?&#8221; Aku menanyakannya.</p>
<p>&#8220;Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja</p>
<p>di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada</p>
<p>kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak</p>
<p>menghentikanku bekerja dan&#8230;&#8221;</p>
<p>Ditengah kalimat itu <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203512875_7">ia</span> berhenti. Aku membalikkan</p>
<p>tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir</p>
<p>deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23.</p>
<p>Aku berusia 26.</p>
<p>Ketika aku menikah, aku tinggal di kota.</p>
<p>Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang</p>
<p>tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi</p>
<p>mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan,</p>
<p>sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu</p>
<p>harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga,</p>
<p>mengatakan,</p>
<p>&#8220;Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu</p>
<p>dan ayah di sini.&#8221;</p>
<p>Suamiku menjadi direktur pabriknya.</p>
<p>Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan</p>
<p>sebagai manajer pada departemen pemeliharaan.</p>
<p>Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.</p>
<p>Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja</p>
<p>reparasi.</p>
<p>Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk</p>
<p>memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat</p>
<p>sengatan listrik, dan masuk rumah sakit.</p>
<p>Suamiku dan aku pergi menjenguknya.</p>
<p>Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu,</p>
<p>&#8220;Mengapa kamu menolak menjadi manajer?</p>
<p>Manajer tidak akan pernah harus melakukan</p>
<p>sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu</p>
<p>sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu</p>
<p>tidak mau mendengar kami sebelumnya?&#8221;</p>
<p>Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia</p>
<p>membela keputusannya.</p>
<p>&#8220;Pikirkan kakak ipar&#8211;ia baru saja jadi direktur, dan</p>
<p>saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi</p>
<p>manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan</p>
<p>dikirimkan?&#8221;</p>
<p>Mata suamiku dipenuhi air <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203512875_8">mata</span>, dan kemudian</p>
<p>keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah:</p>
<p>&#8220;Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!&#8221;</p>
<p>&#8220;Mengapa membicarakan masa lalu?&#8221;</p>
<p>Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia</p>
<p>berusia 26 dan aku 29.</p>
<p>Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi</p>
<p>seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara</p>
<p>pernikahannya, pembawa acara perayaan itu</p>
<p>bertanya kepadanya,</p>
<p>&#8220;Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?&#8221;</p>
<p>Tanpa bahkan berpikir ia menjawab,</p>
<p>&#8220;Kakakku.&#8221;</p>
<p>Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah</p>
<p>kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.</p>
<p>&#8220;Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada</p>
<p>dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya</p>
<p>berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan</p>
<p>pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu</p>
<p>dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu</p>
<p>dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan</p>
<p>berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah,</p>
<p>tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang</p>
<p>begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang</p>
<p>sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama</p>
<p>saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan</p>
<p>baik kepadanya.&#8221;</p>
<p>Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu</p>
<p>memalingkan perhatiannya kepadaku.</p>
<p>Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku,</p>
<p>&#8220;Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima</p>
<p>kasih adalah adikku.&#8221;</p>
<p>Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini,</p>
<p>di depan kerumunan perayaan ini, air <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203512875_9">mata</span></p>
<p>bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.</p>
<p>Diterjemahkan dari : &#8220;I cried for my brother six</p>
<p>times&#8221;
</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herdiana.blog.com/2008/02/20/aku-menangis-untuk-adikku-6-kali/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BREAKTHROUGHT VS CONGUEST</title>
		<link>http://herdiana.blog.com/2008/02/20/breakthrought-vs-conguest/</link>
		<comments>http://herdiana.blog.com/2008/02/20/breakthrought-vs-conguest/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 20:07:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herdi</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="icon" width="16"><img alt="Blog Entry" title="Blog Entry" src="http://images.multiply.com/common/dot_clear.gif" height="24" width="24" /></td>
<td class="cattitle"><a rel="nofollow" target="_blank" href="http://multiply.com/gv/j6LV0ckKNilLj75ywC9blA/q2ewYRqzh3Y48G,3SU2T9A?xurl=http%3A%2F%2Fnubagertea.multiply.com%2Fjournal%2Fitem%2F32%2FBREAKTHROUGHT_VS_CONGUEST"><span style="background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" class="yshortcuts" id="lw_1203512474_0">BREAKTHROUGHT VS CONGUEST</span></a></td>
<td class="itemsubsub">Feb 5, '08 3:59 AM<br />
for everyone</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div class="bodytext">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Untuk bisa menjadi manusia yang kaya dan sukses, anda harus memiliki spirit of breakthrought, apa itu <b><i>spirit of breakthrought?.</i></b></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">"Breakthrought" adalah sikap hati dan tindakan yang dapat melebihi batas kemampuan kita, dimana kita dapat menembus batas dan mendobrak keterbatasan yang ada dalam hidup ini.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Sikap ini sangat dibutuhkan sekali oleh orang-orang yang ingin menjadi leader atau pemimpin dimanapun bidang anda. Namun untuk memiliki spirit of breakthrought tidak mudah, harus ada harga yang dibayar atasnya, anda akan dibilang orang gila, orang edan, orang sinting, dan lain-lain. Jika anda tidak siap maka, anda akan menyerah.</span></font></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="icon" width="16"><img alt="Blog Entry" title="Blog Entry" src="http://images.multiply.com/common/dot_clear.gif" height="24" width="24" /></td>
<td class="cattitle"><a rel="nofollow" target="_blank" href="http://multiply.com/gv/j6LV0ckKNilLj75ywC9blA/q2ewYRqzh3Y48G,3SU2T9A?xurl=http%3A%2F%2Fnubagertea.multiply.com%2Fjournal%2Fitem%2F32%2FBREAKTHROUGHT_VS_CONGUEST"><span style="background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" class="yshortcuts" id="lw_1203512474_0">BREAKTHROUGHT VS CONGUEST</span></a></td>
<td class="itemsubsub">Feb 5, &#8216;08 3:59 AM<br />
for everyone</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div class="bodytext">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Untuk bisa menjadi manusia yang kaya dan sukses, anda harus memiliki spirit of breakthrought, apa itu <b><i>spirit of breakthrought?.</i></b></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">&#8220;Breakthrought&#8221; adalah sikap hati dan tindakan yang dapat melebihi batas kemampuan kita, dimana kita dapat menembus batas dan mendobrak keterbatasan yang ada dalam hidup ini.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Sikap ini sangat dibutuhkan sekali oleh orang-orang yang ingin menjadi leader atau pemimpin dimanapun bidang anda. Namun untuk memiliki spirit of breakthrought tidak mudah, harus ada harga yang dibayar atasnya, anda akan dibilang orang gila, orang edan, orang sinting, dan lain-lain. Jika anda tidak siap maka, anda akan menyerah.</span></font></p>
</div>
<div>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Menurut Anthoni Robin, orang orang yang sukses adalah orang-orang yang dapat menembus batas atau melebihi kemampuan atau keterbatasan yang dimilikinya.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Sama seperti yang dibilang oleh guru saya Tung Desem Waringin yang specialisasinya tembus limit atau breakthrought. Dia mengatakan kalau kita ingin kaya dan sukses, kita harus memiliki spirit of breakthrought, spirit ini sangat diperlukan oleh orang-orang yang tidak mau menjadi seperti orang biasa seperti ANDA dan saya. Dengan membaca tulisan ini anda sudah memiliki spirit of beakthrought yang tidak dimiliki oleh orang lain, dan anda harus menjadi leader dimanapun bidang anda berada.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Tetapi anda harus siap juga secara mental jika diomongin orang karena tindakan dan perbuatan yang anda lakukan berbeda dengan kebanyakkan orang. Tindakan disini harus yang positif dan berguna bagi orang banyak atau minimal berakibat baik terhadap hubungan anda dengan keluarga anda dan pekerjaan anda sekarang.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Spirit of breakthrought dapat menjadikan kita manusia yang MANTAB (manusia tanpa batas) dan sukses. Spirit ini sangat dibutuhkan sekali bagi anda setiap leader baik diperusahaan maupun dibisnis.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Pernahkah anda mendapatkan uang seberapapun besarnya itu jika sudah mencapai batas tertentu biasanya uangnya habis, misalnya anda mendapat uang atau proyek bisnis sebesar Rp. 4.000.000, jika anda sudah mencapai angka tersebut maka uang anda akan habis atau tidak cukup lagi. Orang-orang seperti inilah yang memiliki batas didalam hidupnya, yaitu batas keuangan dia adalah Rp. 4.000.000, jika sudah sampai angka tersebut maka biasanya sudah tidak mampu lagi.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Disinilah spirit of breakthrought diperlukan. Anda tidak boleh nyaman diangka Rp. 4.000.000, anda harus bisa menembus batas keuangan anda dengan memecahkan angka Rp. 4milyar, atau anda minimal harus bisa mendapatkan uang Rp. 10milyar, maka anda dapat dikatakan memiliki spirit of breakthrought.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Jika anda sudah memiliki spirit of breakthrought maka, jangan hanya puas dengan kondisi saat ini. Orang yang memiliki <i>spirit of breakthrought</i> biasanya memiliki kelimpahan akan uang karena uang akan mengejar anda. Jangan hanya puas dengan memiliki uang banyak dan harta yang berlimpah, tetapi anda harus memiliki juga spirit of conguest.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Apa itu <b>spirit of conguest?</b>, &#8220;spirit of conguest&#8221; adalah spirit yang dapat menaklukan semua yang sudah anda dapatkan dan anda cari didalam hidup ini, jika anda sudah dapat uang yang banyak tetapi tidak memiliki hidup yang harmonis dengan keluarga, ini sia-sia belaka.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Spirit of conguest dapat menaklukan semua yang anda dapatkan dan anda cari selama ini. Spirit of conguest ini sangat besar sekali peranannya dalam kesuksessan hidup anda, sebagai contoh &#8221; dahulu anda hidup <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203512474_1">miskin</span> dan kekurangan, kemudian anda meminjam uang kepada orang kaya teman anda tetapi malah cacian dan makian yang anda terima dari orang kaya yang menjadi teman anda ini, kemudian anda bertekad untuk kaya dan sukses jauh melebihi orang kaya tersebut dan setelah melalui perjuangan yang sangat panjang dan tetesan air mata, akhirnya 5 tahun kemudian anda menjadi pengusaha sukses dinegeri ini, dan anda memiliki banyak sekali uang dimana-mana, kemudian anda ingat akan seseorang yang dahulu anda pernah minta bantuannya untuk menolong anda, tetapi anda hanya mendapatkan cacian dan makian dari dia. Sudah menjadi hak anda untuk bisa membuat orang kaya yang menjadi teman anda tersebut untuk membalas semua dendam-dendam yang anda dapatkan pada saat itu. Namun jika memiliki spirit of congest atau spirit untuk menaklukan diri, maka anda tidak akan membalas kejahatan yang anda terima pada saat itu, jika anda membalasnya maka saya pastikan anda bukan seorang yang memiliki hati yang bersih dan saya sangat yakin kalau kesuksesan anda tidak ada artinya.kesuksesan semu yang anda dapatkan, anda boleh memiliki harta yang berlimpahan tetapi jauh didalam hati anda ada lubang kosong yang anda temukan, dan anda berfikir dengan uang semuanya dapat anda isi termasuk kekosongan dan kehampaan hidup anda&#8221;.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Spirit of conguest bukan memaksudkan anda menaklukan orang lain, tetapi lebih dalam lagi yaitu spirit untuk menaklukan hati anda, jangan sampai harta atau kekayaan yang anda terima atau peroleh semata-mata untuk menunjukan bahwa anda lebih hebat atau lebih sukses dari orang lain.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Seorang penakluk atau congueror bukan mementingkan dirinya sendiri, tetapi harus memikirkan apa yang dapat dia berikan kepada lingkungan sekitar dengan kekayaan dan kesuksesan yang anda dapatkan tidak akan berguna jika anda tidak membuat orang lain lebih sukses dari anda. Maka, satu impian saya untuk membuat bangsa ini, bangsa indoesia yang menjadi kumpulan orang sukses.maka saya sangat yakin sekali kalau bangsa kita <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203512474_2">Indonesia</span> akan menjadi bangsa yang besar (seperti yang dikemukakan oleh Ono W Purbo pakar telematika), dengan menggunakan hati dan pikirannya. Dan saya sangat yakin sekali bahwa bangsa ini akan menjadi bangsa yang disegani oleh bangsa lain karena bangsa ini memiliki orang-orang hebat seperti <b>ANDA</b> dan saya.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><b><span style="font-size: 12pt">Anda</span></b> <span style="font-size: 12pt">adalah orang hebat yang dapat membuat perubahan terhadap bangsa ini. Anda adalah asset yang tak ternilai harganya yang dimiliki bangsa ini, jika anda tidak menyadarinya ini adalah kesia-siaan belaka.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Sebagai anak bangsa ini, ANDA harus memiliki spirit of breakthrought and spirit of conguest, karena kedua hal ini sangat berhubungan erat bagi kesuksessan anda dan bagi kesuksessan bangsa ini.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Jangan pernah puas hanya memiliki <i>spirit of breakthrought</i>, karena anda akan menjadi manusia yang sombong dan angkuh jika hanya memiliki spirit of breakthrought saja, tapi milikilah spirit of conguest yaitu spirit untuk bisa menaklukan apa yang sudah ANDA cari dan impikan. Dan saya sangat yakin sekali kesuksessan anda dan kekayaan yang anda terima akan nikmat rasanya seperti memakan pisang bakar dicampur coklat, ditaburi selai strawberry, dilapisi keju yang hangat, serta ditambahi kacang almond dan dibubuhi gula hangat diatasnya, nyam..nyamâ¦nyamâ¦, mau makan rasanya nih, enak sekali campurannya dan komposisinya.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Sama seperti kekayaan dan kesuksessan yang kita dapati dan peroleh, semuanya harus menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara spirit of breakthrought dengan spirit of conguest, kedua hal ini sangat berhubungan erat dan tida bisa berdiri sendiri.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; color: #3366ff; font-family: trebuchet ms"><font size="3"><span style="font-size: 12pt">Pertanyaan dari saya, apakah anda sudah memiliki salah satu sikap ini atau anda belum memiliki sama sekali spirit ini?&#8230;</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal"><span style="font-size: 12pt"><font size="3"><span style="color: #3366ff; font-family: trebuchet ms">Anda adalah jawaban atas semua ini.</span></font></span></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herdiana.blog.com/2008/02/20/breakthrought-vs-conguest/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kapolda Jabar : &#8220;jangan pernah setori saya !&#8221;</title>
		<link>http://herdiana.blog.com/2008/02/20/kapolda-jabar-jangan-pernah-setori-saya/</link>
		<comments>http://herdiana.blog.com/2008/02/20/kapolda-jabar-jangan-pernah-setori-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 20:04:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herdi</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Pikiran Rakyat, Edisi 10 Februari 2008<br />
<br />
RABU (30/1) lalu, Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Susno Duadji, S.H., M.Sc., mengumpulkan seluruh perwira di Satuan Lalu Lintas mulai tingkat polres hingga polda. Para perwira Satlantas itu datang ke Mapolda Jabar sejak pagi karena diperintahkan demikian. Pertemuan itu baru dimulai pukul 16.00 WIB.<br />
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Pikiran Rakyat, Edisi 10 Februari 2008</p>
<p>RABU (30/1) lalu, Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Susno Duadji, S.H., M.Sc., mengumpulkan seluruh perwira di Satuan Lalu Lintas mulai tingkat polres hingga polda. Para perwira Satlantas itu datang ke Mapolda Jabar sejak pagi karena diperintahkan demikian. Pertemuan itu baru dimulai pukul 16.00 WIB.
</div>
<div>
<br />
Dalam rapat itu, kapolda hanya berbicara tidak lebih dari 10 menit. Meski dilontarkan dengan santai, tetapi isi perintahnya &#8220;galak&#8221; dan &#8220;menyentak&#8221;. Saking &#8220;galaknya&#8221;, anggota Satlantas harus ditanya dua kali tentang kesiapan mereka menjalani perintah tersebut.</p>
<p>Isi perintah itu ialah tidak ada lagi pungli di Satlantas, baik di<br />
lapangan (tilang) maupun di kantor (pelayanan SIM, STNK, BPKB, dan lainnya). &#8220;Tidak perlu ada lagi setoran-setoran. Tidak perlu ingin kaya. Dari gaji sudah cukup. Kalau ingin kaya jangan jadi polisi, tetapi pengusaha. Ingat, kita ini pelayan masyarakat. Bukan sebaliknya, malah ingin dilayani,&#8221; tutur pria kelahiran Pagaralam, Sumatera Selatan itu.</p>
<p>Pada akhir acara, seluruh perwira Satlantas yang hadir, mulai dari pangkat AKP hingga Kombespol, diminta menandatangani pakta kesepakatan bersama. Isi kesepakatan itu pada intinya ialah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya.</p>
<p>Susno memberi waktu tujuh hari bagi anggotanya untuk berbenah, menyiapkan, dan membersihkan diri dari pungli. &#8220;Kalau minggu depan masih ada yang nakal, saatnya main copot-copotan jabatan,&#8221; kata suami dari Ny. Herawati <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203512474_0">itu</span>.</p>
<p>Pernyataan Susno itu menyiratkan, selama ini ada praktik pungli di lingkungan kepolisian. Hasil pungli, secara terorganisasi, mengalir ke pimpinan teratas. Genderang perang melawan pungli yang ditabuh Susno tidak lepas dari perjalanan hidupnya sejak lahir hingga menjabat Wakil Kepala PPATK (Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan). PPATK adalah sebuah lembaga yang bekerja sama dengan KPK (Komisi Pemberantasan<br />
Korupsi) menggiring para koruptor ke jeruji besi.</p>
<p>Berikut petikan wawancara wartawan &#8220;PR&#8221; Satrya Graha dan Dedy Suhaeri dengan pria yang telah berkeliling ke-90 negara lebih untuk belajar menguak korupsi.</p>
<p>Apa yang membuat Anda begitu antusias memberantas pungli atau korupsi?</p>
<p>Saya anak ke-2 dari 8 bersaudara. Ayah saya, Pak Duadji, bekerja sebagai seorang supir. Ibu saya, Siti Amah pedagang kecil-kecilan. Terbayang &#8216;kan betapa sulitnya membiayai 8 anak dengan penghasilan yang pas-pasan. Oleh karena itu, saat lulus SMA saya memilih ke Akpol karena gratis.</p>
<p>Nah, waktu sekolah, kira-kira SMP, saya punya banyak teman. Beberapa di antaranya dari kalangan orang kaya, seperti anak pejabat. Sepertinya, enak sekali mereka ya, bisa beli ini-itu dari uang rakyat. Sejak itulah, terpatri di benak saya, ada yang tidak benar di negara ini dengan kemakmuran yang dimiliki oleh para pejabat. Maka, saya sangat bersyukur bisa berperan memberantas korupsi saat mengabdi di PPATK. Itulah tugas<br />
saya yang paling berkesan selama ini karena bisa menjebloskan menteri, mantan menteri, dan direktur BUMN, yang memakan uang rakyat. Ada kepuasan batin.</p>
<p>Pengalaman di PPATK itukah yang membuat Anda menabuh genderang perang melawan pungli saat masuk ke Polda Jabar?</p>
<p>Seperti itulah. Akan tetapi, harusnya diubah, bukan pungli. Kalau<br />
pungli, terkesan perbuatan itu ketercelaannya kecil. Yang benar adalah korupsi. Pungli adalah korupsi. Mengapa korupsi yang saya usung? Karena sejak zaman Majapahit dulu, korupsi itu salah. Apalagi, jika aparat hukum yang korup. Bagaimana kita, sebagai aparat hukum, bisa memberantas korupsi kalau kitanya sendiri korupsi.</p>
<p>Oleh karena itu, sebagai tahap awal, saya &#8220;bersihkan&#8221; dulu di dalam, baru membersihkan yang di luar. Bagaimana saya mau menangkap bupati, direktur, dan lain-lain kalau di dalamnya belum bersih dari korupsi. Kalau aparatnya korupsi, tamatlah republik ini.</p>
<p>Tahap awalnya biasa saja. Umumkan, lalu periksa ke atasan tertingginya, yaitu saya, selanjutnya keluarga saya. Setelah itu pejabat-pejabat di Polda. Baru kemudian ke kapolwil, kapolres, dan seterusnya.</p>
<p>Kenapa harus dimulai dari saya. Karena saya pimpinan tertinggi di Polda Jabar ini. Ingat, memberantas korupsi bukan dimulai dari polisi yang bertugas di jalan raya. Kalau di pemerintah, bukan dari tukang ketik, atau petugas kecamatan yang melayani pembuatan akte kelahiran. Akan tetapi, dimulai dari pimpinan tertinggi di kantor itu.</p>
<p>Artinya, saya sebagai pimpinan jangan korupsi. Bentuknya macam-macam, seperti mendapat setoran dari bawahan, setoran dari pengusaha-pengusaha , mengambil jatah bensin bawahan, atau mengambil anggaran anggota saya. Oleh karena itu, saya tidak akan minta duit dari dirlantas, direskrim, atau kapolwil. Tidak juga mengambil anggaran mereka, atau uang bensin<br />
mereka.</p>
<p>Jadi, kalau di provinsi, misalnya, ada korupsi, yang salah bukan<br />
karyawannya, tetapi gubernurnya. Memberantasnya bagaimana? Mudah saja. Tinggal copot saja orang tertinggi di instansi itu.</p>
<p>Untuk program &#8220;bersih-bersih&#8221; itu, kira-kira Anda punya target sampai kapan?</p>
<p>Secepatnya. Ya, dua-tiga bulan. Kalau tidak segera, bagaimana kita menunjukkan kinerja kepada rakyat. Kita tidak perlu malu dan takut nama kita jatuh kalau bersih-bersih dari korupsi di dalam. Kita tidak akan jatuh merek dengan menangkap seorang kolonel polisi atau polisi berbintang yang korupsi. Kalau perlu, tulis gede-gede itu di koran.</p>
<p>Dan, anggota saya yang ketahuan korupsi, akan saya pecat. Jika memang saya harus kehabisan anggota saya di Polda Jabar karena semuanya saya pecat gara-gara korupsi, kenapa tidak. Apa yang harus ditakutkan.</p>
<p>Saya yakin, rakyat pasti senang kalau polisi bebas dari korupsi. Polisi itu bukan milik saya, tetapi milik rakyat. Saya justru merasa lebih tidak terhormat kalau memimpin kesatuan yang anggotanya banyak korupsi.</p>
<p>Berbicara soal penanganan kasus korupsi. Betulkah mengusut kasus korupsi bagaikan mengurai benang kusut. Pasalnya, para penyidik tipikor Polda Jabar mengaku kesulitan mengungkap kasus korupsi dengan alasan perlu kajian yang mendalam atas bukti-bukti sehingga memakan waktu lama?</p>
<p>Hahaha&#8230;. (Susno tertawa lepas). Mengusut kasus korupsi itu jauh lebih mudah ketimbang mengusut kasus pencurian jemuran. Mengungkap kasus pencurian jemuran perlu polisi yang pintar karena banyak kemungkinan pelakunya, seperti orang yang iseng, orang yang lewat, dan beberapa kemungkinan lainnya.</p>
<p>Kalau kasus korupsi, tidak perlu polisi yang pintar-pintar amat. Misal, uang anggaran sebuah dinas ada yang tidak sesuai. Tinggal dicari ke mana uangnya lari. Orang-orang yang terlibat juga mudah ditebak. Korupsi itu paling melibatkan bosnya, bagian keuangan, kepala projek, dan rekanan. Itu saja. Jadi, kata siapa sulit? Sulit dari mananya. Tidak ada yang sulit dalam memberantas korupsi. Kuncinya hanya satu, kemauan yang kuat.<br />
Harus diakui, itu (memberantas korupsi) memang susah karena korupsi itu nikmat. Apalagi, saat memegang sebuah jabatan.</p>
<p>Contohnya saja posisi kapolda. Siapa sih yang tidak mau jadi kapolda. Ibaratnya, tinggal batuk, apa yang kita inginkan langsung datang. Pertanyaannya, mau atau tidak terjerumus di dalamnya (korupsi). Kalau saya, jelas tidak. Itu hanya kenikmatan duniawi sesaat saja. Untuk apa sih duit banyak-banyak hingga tidak habis tujuh turunan. Gaji saya saja<br />
sekarang sudah besar. Mobil dikasih. Bensin gratis. Ada uang tunjangan ini-itu. Sudah lebih dari cukup. Anak-anak saya juga sudah kerja semua. Bahkan, gajinya lebih besar dari saya.</p>
<p>Lalu, langkah apa yang akan Anda buat agar Polda Jabar giat mengungkap kasus korupsi?</p>
<p>Seperti saya katakan tadi, bersih-bersih dulu di dalam. Jika sudah bersih di dalam, baru membersihkan di luar. Dan kasus korupsi akan menjadi salah satu target kami. Kami akan genjot pengungkapan kasus korupsi biar Jabar bergetar.</p>
<p>Untuk itu, kami akan berkoordinasi dengan PPATK untuk mengusut kasus-kasus korupsi di Jabar yang melibatkan pejabat publik. PPATK pasti mau membantu asalkan anggota saya bersih dan bisa dipercaya. Kita juga bisa diberi kasus-kasus. Kalau tidak bersih dan tetap &#8220;bermain&#8221; bagaimana bisa dipercaya. Kalau orang sudah percaya sama kita, maka banyak kasus yang masuk.</p>
<p>Akan tetapi, bukan karena basic saya di korupsi sehingga korupsi<br />
digenjot. Kasus lainnya juga dikerjakan. Dan, untuk itu harus tertib administrasi, salah satunya dengan membuat sistem pelaporan perkara berbasis IT yang terintegrasi dari polsek hingga ke polda. Untuk apa? Agar kita tahu setiap ada perkara yang masuk.</p>
<p>Jadi, alangkah bodohnya seorang kapolda jika tidak mengetahui jumlah perkara di jajarannya. Kalau jumlahnya saja tidak tahu, bagaimana tahu isi perkaranya. Dalam sistem pelaporan perkara tersebut, nantinya ada klasifikasi perkara. Perkara mana yang porsinya polda, polwil, polres, dan polsek. Untuk polda, misalnya kasus teror dan korupsi. Soal lapor boleh di mana saja.</p>
<p>Kita juga harus mempertanggungjawab kan hal itu ke pelapor dengan mengirim surat kepada pelapor bahwa kasusnya ditangani oleh penyidik ini, ini, dan ini. Kemajuannya dilaporkan secara berkala. Ini akan menjadi standar penilaian untuk penyidik. Dan kapolda mengetahui semua ini karena sistemnya ada sehingga tidak pabaliut. Saya paling tidak suka<br />
yang pabaliut-pabaliut. Mungkin, bagi sebagian orang, pabaliut itu enak karena sesuatu yang tidak tertib administrasi itu paling enak untuk diselewengkan. Benar tidak?</p>
<p>Langkah Anda memberantas pungli dan korupsi di tubuh Polda Jabar kemungkinan akan memberi efek pada pengungkapan kasus dengan alasan anggaran yang minim. Menurut Anda?</p>
<p>Kalau kita pandang minim, pasti minim terus. Kapan cukupnya. Kalau anggaran sudah habis, jangan dipaksakan memeras orang untuk menyidik. Mencari klien yang kehilangan barang di sini, memeras di tempat lain. Siapa yang suruh? Bilang saja sama rakyat, anggaran kita sudah habis untuk menyidik. Kita tidak perlu sok pahlawan.</p>
<p>Perilaku memeras atau menerima setoran itu zaman jahiliah. Tidak perlu ada lagi anggota setor ke kasat lantas atau kasat serse, lalu kasat serse setor ke kapolres, dan kapolres setor ke kapolwil untuk melayani kapolda. Jangan pernah setori saya. Lingkaran setan itu saya putus agar tidak ada lagi sistem setoran.</p>
<p>Bukan zamannya lagi seorang kapolsek, kapolres atau kapolwil bangga karena mampu membangun kantornya dengan megah. Dari mana duitnya kalau bukan dari setoran orang-orang yang takut ditangkap, seperti pengusaha judi, dan penyelundupan. Tidak mungkin dari gaji, wong gajinya hanya Rp 5-6 juta.</p>
<p>Menurut saya, anggota yang melakukan itu hanya satu alasannya, ingin kaya. Kalau ingin kaya, jangan jadi polisi, tetapi jadilah pengusaha.</p>
<p>Sikap Anda tersebut kemungkinan memunculkan pro dan kontra di lingkungan kepolisian?</p>
<p>Lho, kenapa harus jadi pro dan kontra. Peraturannya sudah jelas mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh. Korupsi jelas-jelas dilarang dan ancamannya bisa dipecat. Jadi, tidak perlu diperdebatkan. Titik.</p>
<p>Bagi saya, siapa yang menjadi pemimpin harus mau mengorbankan kenikmatan dan kepuasan semu. Nikmat dengan pelayanan, dengan sanjungan, serta nikmat dengan pujian palsu. Malu dong bintang dua jalan petantang-petenteng , tetapi anak buah yang dipimpinnya korupsi dan memberikan pelayanan tidak sesuai dengan standar. Malu juga dong kita lewat seenaknya pakai nguing-nguing (pengawalan) , sementara rakyat<br />
macet. Itu juga korupsi.</p>
<p>Polisi yang korup sama saja dengan melacurkan diri. Jadi, kalau saya korup dengan menerima setoran-setoran tidak jelas, apa bedanya saya dengan pelacur. ***
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herdiana.blog.com/2008/02/20/kapolda-jabar-jangan-pernah-setori-saya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>2 Manusia Super di Jembatan Setiabudi</title>
		<link>http://herdiana.blog.com/2008/02/20/2-manusia-super-di-jembatan-setiabudi/</link>
		<comments>http://herdiana.blog.com/2008/02/20/2-manusia-super-di-jembatan-setiabudi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 20:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herdi</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<font face="Verdana"><span style="font-family: Verdana">Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki mengarungi tuk coba taklukkan ibukota negri ini. Semoga kita selalu diingatkan.<br />
Sekedar berbagi cerita di forum orang orang super dalam keindahan hari ini :<br />
<br />
Siang ini February 6, 2008 , tanpa sengaja ,saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil , kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyeberangan setia budi , dua sosok kecil berumur kira kira<br />
delapan&#160; tahun&#160; menjajakan&#160; tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang&#160; mereka menawari saya&#160; tissue diujung jembatan , dengan keangkuhan khas penduduk <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203511848_4">Jakarta</span> saya hanya mengangkat tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan<br />
ucapan "Terima kasih Oom !".&#160; Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan Cuma mulai membuka&#160; sedikit senyum seraya&#160; mengangguk kearah mereka.<br /></span></font>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><font face="Verdana"><span style="font-family: Verdana">Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki mengarungi tuk coba taklukkan ibukota negri ini. Semoga kita selalu diingatkan.<br />
Sekedar berbagi cerita di forum orang orang super dalam keindahan hari ini :</p>
<p>Siang ini February 6, 2008 , tanpa sengaja ,saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil , kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyeberangan setia budi , dua sosok kecil berumur kira kira<br />
delapan&#160; tahun&#160; menjajakan&#160; tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang&#160; mereka menawari saya&#160; tissue diujung jembatan , dengan keangkuhan khas penduduk <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203511848_4">Jakarta</span> saya hanya mengangkat tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan<br />
ucapan &#8220;Terima kasih Oom !&#8221;.&#160; Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan Cuma mulai membuka&#160; sedikit senyum seraya&#160; mengangguk kearah mereka.<br /></span></font>
</div>
<div>
<br />
<font face="Verdana"><span style="font-family: Verdana">Kaki - kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya,<br />
lagi lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok disudut jembatan&#160; tertabrak derai angin <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203511848_5">Jakarta</span> . Saya melewatinya dengan<br />
lirikan kearah dalam&#160; kantong itu , duapertiga&#160; terisi&#160; tissue putih berbalut plastik transparan .</p>
<p>Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama&#160; dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita , senyum diwajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203511848_6">Jakarta</span>.</p>
<p>&#8221; Terima kasih ya mbak .semuanya dua ribu <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203511848_7">lima</span> ratus rupiah!&#8221;&#160; tukas mereka, tak lama siwanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah .</p>
<p>&#8221; Maaf , nggak ada kembaliannya ..ada uang pas nggak mbak ? &#8221; mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng,&#160; lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah<br />
mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.</p>
<p>&#8221; Oom boleh tukar uang nggak , receh sepuluh ribuan ?&#8221; suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka . sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian&#160; food<br />
court sebesar empat ribu rupiah .</p>
<p>&#8221; Nggak punya , tukas saya !&#8221; lalu tak lama siwanita berkata &#8221; ambil saja kembaliannya , dik !&#8221; sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.</p>
<p>Anak ini terkesiap , ia&#160; menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti ,&#160; lalu ia&#160; mengejar wanita tersebut untuk<br />
memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Siwanita kaget , setengah berteriak ia bilang &#8220;sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !&#8221;, namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. &#8221; maaf mbak , Cuma ada empat ribu&#160; , nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !&#8221; Akhirnya uang itu diterima siwanita karena sikecil pergi meninggalkannya.</p>
<p>Tinggallah episode saya dan mereka , uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya . mereka menghampiri saya dan berujar &#8221; Om , bisa tunggu ya , saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !&#8221;.<br />
&#8221; eeh .nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !&#8221; saya kasih uang itu ke sikecil, ia menerimanya tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.</p>
<p>Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya , &#8220;Nanti dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar &#8220;<br />
&#8221; Nggak apa apa , itu buat kalian &#8221; Lanjut saya<br />
&#8221; jangan ..jangan Om , itu uang om sama mbak yang tadi juga &#8221; anak itu bersikeras<br />
&#8221; Sudah ..saya Ikhlas , mbak tadi juga pasti ikhlas ! saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat , secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya.</p>
<p>&#8221; Ini deh om , kalau kelamaan , maaf ..&#8221; ia memberi saya delapan&#160; pack tissue<br />
&#8221; Buat apa ?&#8221; saya terbengong<br />
&#8221; Habis teman saya lama sih Om , maaf , tukar pakai tissue aja dulu &#8221; walau dikembalikan ia tetap menolak .</p>
<p>Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya . Saya kalah set , ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya . Beberapa saat saya mematung di sana , sampai sikecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu , dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat&#160; ribu rupiah.</p>
<p>&#8220;Terima kasih Om , !&#8221;..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan &#8221; Duit mbak tadi gimana ..? &#8221; suara kecil yang lain menyahut &#8221; lu hafal kan orangnya , kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin<br />
&#8230;&#8221; percakapan <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203511848_8">itu</span> sayup sayup menghilang&#160; , saya terhenyak dan kembali kekantor dengan seribu perasaan.</p>
<p>Tuhan ..Hari ini saya belajar dari dua manusia super , kekuatan kepribadian mereka menaklukan <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203511848_9">Jakarta</span> membuat saya trenyuh , mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra , mereka tahu hak mereka dan<br />
hak orang lain , mereka berusaha tak meminta minta&#160; dengan berdagang Tissue. Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki kemuliaan diumur mereka yang begitu belia.</p>
<p>YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO</p>
<p>Engkau hanya semulia yang kau kerjakan.</p>
<p>MT</p>
<p>Saya membandingkan&#160; keserakahan kita , yang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rizki kita meski dalam rizki itu sebetulnya ada milik orang lain .</p>
<p>&#8220;Usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana , kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak&#8221;</p>
<p>Semoga pengalaman nyata ini mampu menggugah saya dan&#160; teman lainnya untuk lebih SUPER.</p>
<p></span></font><font face="Verdana"><span style="font-family: Verdana"><br />
Forward dari email :hrbetsy@gmail. com</span></font><br />
<font face="Verdana"><span style="font-family: Verdana">Aryadi N&#160; SM 0304<br />
QHSE Manager&#160; I&#160; BHM Corp I 0817 149369 I Oil and Gas</p>
<p>The light in the eyes has dimmed,<br />
The smile at the corner of the mouth has been extinguished.<br />
But the day isn&#8217;t dark,<br />
People go by in the streets, laughing merrily.</p>
<p>Lets make <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203511848_10">Jakarta</span> better</p>
<p></span></font>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herdiana.blog.com/2008/02/20/2-manusia-super-di-jembatan-setiabudi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>AKU BIASA-BIASA SAJA</title>
		<link>http://herdiana.blog.com/2008/02/20/aku-biasa-biasa-saja/</link>
		<comments>http://herdiana.blog.com/2008/02/20/aku-biasa-biasa-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 11:30:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herdi</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<font color="#00407F" face="Arial" size="3">Tahukah anda, apa yang paling dibanggakan orang tua dari<br />
anak-anaknya? Boleh jadi adalah kecerdasan <b>scholastic</b>, seperti<br />
matematika, bahasa, menggambar (visual), musik (musical), dan<br />
olahraga (kinestetik).<br /></font>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><font color="#00407F" face="Arial" size="3">Tahukah anda, apa yang paling dibanggakan orang tua dari<br />
anak-anaknya? Boleh jadi adalah kecerdasan <b>scholastic</b>, seperti<br />
matematika, bahasa, menggambar (visual), musik (musical), dan<br />
olahraga (kinestetik).<br /></font>
</div>
<div>
<br />
<font color="#00407F" face="Arial" size="3">Tetapi, pernahkah kita membanggakan jika anak kita memiliki<br />
kecerdasan moral, kecerdasan intrapersonal, atau kecerdasan<br />
interpersonal?</p>
<p>Rasanya jarang, sebab ketiga kecerdasan yang terakhir hampir pasti<br />
uncountable, tidak bisa dihitung, dan sayang sekalin tidak ada<br />
pontennya (nilainya) di sekolah, karena di sekolah hanya memberikan<br />
penilaian kuantitatif.</p>
<p>Adasebuah cerita tentang seorang anak, sebut saja namanya Fani (6,5<br />
tahun), kelas I SD. Ia memiliki banyak sekali teman. Dan ia pun tidak<br />
bermasalah harus berganti teman duduk di sekolahnya. Ia juga bergaul<br />
dengan siapa saja dilingkungan rumahnya. Adasatu hal yang menarik<br />
saat ia bercerita tentang teman-temannya.</p>
<p>&#8220;Bu, Ifa pinter sekali lho, Bu&#8230;! Pinter Matematika, Bahasa Indonesia,<br />
Menggambar&#8230;.pokoknya pinter sekali&#8230;.!&#8221; katanya santai. Vivi juga<br />
pintar sekali menggambar, gambarnya bagus &#8230;sekali! Kalau si Yahya<br />
hafalannya banyaaak&#8230; sekali!&#8221;</p>
<p>Ya memang fani senang sekali membanggakan teman-temannya. Ketika<br />
mendengar celoteh anaknya ibunya tersenyum dan bertanya, &#8221; Kalau<br />
mbak Fani pinter apa?&#8221; Ia menjawab dengan cengiran khasnya,&#8221;</p>
<p>Hehehe&#8230;kalau aku, sih, biasa-biasa saja&#8221;.</p>
<p>Jawaban itu mungkin akan sangat biasa bagi anda, tetapi ibunya<br />
tertegun, karena pada dasarnya fani memang demikian. Ia biasa-biasa<br />
saja untuk ukuran prestasi scholastic.</p>
<p>Tapi coba kita dengarkan apa cerita gurunya, bahwa Fani sering<br />
diminta bantuannya untuk membimbing temannya yang sangat lamban<br />
mengerjakan tugas sekolah, mendamaikan temannya yang bertengkar.</p>
<p>Bahkan ketika dua orang adiknya, Farah (4,5 tahun) dan Fadila (2,5<br />
tahun) bertengkar. Fani langsung turun tangan. &#8220;Sudah..! sudah, Dek!<br />
sama saudara tidak boleh bertengkar, Hayo tadi siap yang mulai?&#8221;<br />
Adiknya saling tunjuk.&#8221;Hayo, jujur &#8230;1Jujur itu disayang Allah..!<br />
Sekarang salaman ya&#8230; saling memaafkan&#8221;.</p>
<p>Pun ketika suatu hari ia melihat baju-baju bagus di toko, dengarlah<br />
komentarnya!</p>
<p>&#8220;Wah bajunya bagus-bagus ya Bu? Aku sebenarnya pengin, tapi bajuku<br />
dirumah masih bagus-bagus, nanti saja kalau sudah jelek dan Ibu sudah<br />
punya rezeki, aku minta dibelikan &#8230;&#8221;</p>
<p>Ibunya pun tak kuasa menahan air matanya, subhanallah anak sekecil<br />
itu sudah bisa menunda keinginan, sebagai salah satu ciri kecerdasan<br />
emosional.</p>
<p>Saya sebenarnya ingin berbagi cerita tentang ini kepada anda, karena<br />
betapa banyak dari kita yang mengabaikan kecerdasan-kecerdasan<br />
emosional seperti itu. Padahal kita tahu dalam setiap tes penerimaan pegawai, yang lebih banyak diterima adalah orang yang mempunyai kecerdasan emosional walaupun dari sisi kecerdasan scholastic adalah BIASA-BIASA SAJA.</p>
<p>Kadang kita merasa rendah diri manakal anak kita tidak mencapai<br />
ranking sepuluh besar disekolah. Tetapi herannya, kita tidak rendah<br />
diri manakala anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang egois, mau<br />
menang sendiri, sombong, suka menipu atau tidak biasa bergaul.</p>
<p>Maka ketika Fani mengatakan &#8220;AKU BIASA-BIASA SAJA&#8221;, maka saat itu<br />
ibunya menjawab &#8220;Alhamdulillah, mbak Fani suka menolong<br />
teman-teman, tidak sombong, mau bergaul dengan siapa saja. Itu<br />
adalah kelebihan mbak Fani, diteruskan dan disyukuri ya..?&#8221; Ya&#8230;<br />
ibunya ingin mensupport dan memberikan reward yang positif bagi<br />
Fani. Karena kita tahu anak-anak kita adalah amanah dan suatu saat<br />
amanah itu akan diambil dan ditanyakan bagaimana kita menjaga<br />
amanah.<br />
Sebagaimana doa kita setiap hari agar anak-anak menjadi penyejuk<br />
<span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1203481038_0">mata</span> dan hati.</p>
<p>Sudahkah kita mencoba untuk menggali potensi-potensi kecerdasan<br />
emosional anak-anak kita? Kalu belum mulailah dari diri kita, saat ini<br />
juga.</font></p>
<p><font face="Times New Roman" size="3"></p>
<p>&#8220;Orang yang hanya memikirkan diri sendiri, akan hidup<br />
sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil.<br />
Tetapi orang yang mau memikirkan orang lain, ia akan<br />
menjadi orang besar dan mati sebagai orang besar”.<br /></font>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herdiana.blog.com/2008/02/20/aku-biasa-biasa-saja/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>TUHAN SEMBILAN SENTI - TAUFIQ ISMAIL</title>
		<link>http://herdiana.blog.com/2008/01/25/tuhan-sembilan-senti-taufiq-ismail/</link>
		<comments>http://herdiana.blog.com/2008/01/25/tuhan-sembilan-senti-taufiq-ismail/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 01:12:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herdi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[tuhan anti rokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<div class="Section1">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center"><b><span style="font-size: 16pt; font-family: 'Arial Narrow'" lang="FI" xml:lang="FI">TUHAN SEMBILAN SENTI - TAUFIQ ISMAIL<br /></span></b></p>
<br style="page-break-before: auto" clear="all" />
<span style="font-size: 9pt; font-family: 'Arial Narrow'" lang="FI" xml:lang="FI">Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,<br />
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,<br />
Di sawah petani merokok,<br />
di pabrik pekerja merokok,<br />
di kantor pegawai merokok,<br />
di kabinet menteri merokok,<br />
di reses parlemen anggota DPR merokok,<br />
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,<br />
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,<br />
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,<br />
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,<br />
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,<br />
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,</span>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center">&#160;</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div class="Section1">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center"><b><span style="font-size: 16pt; font-family: 'Arial Narrow'" lang="FI" xml:lang="FI">TUHAN SEMBILAN SENTI - TAUFIQ ISMAIL<br /></span></b></p>
<p><br style="page-break-before: auto" clear="all" /><br />
<span style="font-size: 9pt; font-family: 'Arial Narrow'" lang="FI" xml:lang="FI">Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,<br />
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,<br />
Di sawah petani merokok,<br />
di pabrik pekerja merokok,<br />
di kantor pegawai merokok,<br />
di kabinet menteri merokok,<br />
di reses parlemen anggota DPR merokok,<br />
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,<br />
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,<br />
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,<br />
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,<br />
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,<br />
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center">&#160;</p>
</div>
<div></div>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 9pt; font-family: 'Arial Narrow'" lang="FI" xml:lang="FI"><br />
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na&#8217;im<br />
sangat ramah bagi perokok,<br />
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang<br />
tak merokok,<br />
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,<br />
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,<br />
di kampus mahasiswa merokok,<br />
di ruang kuliah dosen merokok,<br />
di rapat POMG orang tua murid merokok,<br />
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya<br />
apakah ada buku tuntunan cara merokok,</p>
<p>Di angkot Kijang penumpang merokok,<br />
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk<br />
orang bertanding merokok,<br />
di loket penjualan karcis orang merokok,<br />
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,<br />
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,<br />
di andong Yogya kusirnya merokok,<br />
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,</p>
<p>Negeri kita ini sungguh nirwana<br />
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,<br />
tapi tempat cobaan sangat berat<br />
bagi orang yang tak merokok,<br />
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,<br />
diam-diam menguasai kita,</p>
<p>Di pasar orang merokok,<br />
di warung Tegal pengunjung merokok,<br />
di restoran di toko buku orang merokok,<br />
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,</p>
<p>Bercakap-cakap kita jarak setengah meter<br />
tak tertahankan asap rokok,<br />
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun<br />
menderita di kamar tidur<br />
ketika melayani para suami yang bau mulut<br />
dan hidungnya mirip asbak rokok,</p>
<p>Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul<br />
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya.<br /></span><span style="font-size: 9pt; font-family: 'Arial Narrow'">Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya<br />
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,<br />
kita ketularan penyakitnya.<br />
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,</p>
<p>Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan<br />
nikotin paling subur di dunia,<br />
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap<br />
tembakau itu,<br />
Bisa ketularan kena,</p>
<p>Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,<br />
di apotik yang antri obat merokok,<br />
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,<br />
di ruang tunggu dokter pasien merokok,<br />
dan ada juga dokter-dokter merokok,</p>
<p>Istirahat main tenis orang merokok,<br />
di pinggir lapangan voli orang merokok,<br />
menyandang raket badminton orang merokok,<br />
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,<br />
panitia pertandingan balap mobil,<br />
pertandingan bulutangkis,<br />
turnamen sepakbola<br />
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,</p>
<p>Di kamar kecil 12 meter kubik,<br />
sambil &#8216;ek-&#8217;ek orang goblok merokok,<br />
di dalam lift gedung 15 tingkat<br />
dengan tak acuh orang goblok merokok,<br />
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi,<br />
orang-orang goblok merokok,</p>
<p>Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na&#8217;im<br />
sangat ramah bagi orang perokok,<br />
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup<br />
bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,<br />
diam-diam menguasai kita,</p>
<p>Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,<br />
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk<br />
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.<br />
Mereka ulama ahli hisap.<br />
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.<br />
Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok.<br />
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka<br />
terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya,<br />
putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia,<br />
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,</p>
<p>Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,<br />
tampak kebanyakan mereka<br />
memegang rokok dengan tangan kanan,<br />
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.<br />
Inikah gerangan pertanda<br />
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin<br />
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?</p>
<p>Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.<br />
Mamnu&#8217;ut tadkhiin, ya ustadz.<br />
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.<br />
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.<br />
Haadzihi al ghurfati malii&#8217;atun bi mukayyafi al hawwa&#8217;i.</p>
<p>Kalau tak tahan,<br />
Di luar itu sajalah merokok.<br />
Laa taqtuluu anfusakum.</p>
<p>Min fadhlik, ya ustadz.<br />
25 penyakit ada dalam khamr.<br />
Khamr diharamkan.<br />
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).<br />
Daging khinzir diharamkan.<br />
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.<br />
Patutnya rokok diapakan?</p>
<p>Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.<br />
Wa yuharrimu &#8216;alayhimul khabaaith.<br />
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,<br />
karena pada zaman Rasulullah dahulu,<br />
sudah ada alkohol,<br />
sudah ada babi,<br />
tapi belum ada rokok.</p>
<p>Jadi ini PR untuk para ulama.<br />
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,<br />
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,</p>
<p>Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.<br />
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil<br />
yang kepalanya berapi itu,<br />
yaitu ujung rokok mereka.<br />
Kini mereka berfikir.<br />
Biarkan mereka berfikir.<br />
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,<br />
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,</p>
<p>Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,<br />
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati<br />
karena penyakit rokok.<br />
Korban penyakit rokok<br />
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,<br />
lebih gawat ketimbang bencana banjir,<br />
gempa bumi dan longsor,<br />
cuma setingkat di bawah korban narkoba,</p>
<p>Pada saat sajak ini dibacakan,<br />
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,<br />
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,<br />
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,<br />
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,</p>
<p>Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,<br />
tidak perlu ruku&#8217; dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini</span><span style="font-size: 8pt; font-family: 'Arial Narrow'">,</span></p>
<p class="MsoNormal">
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herdiana.blog.com/2008/01/25/tuhan-sembilan-senti-taufiq-ismail/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Orang Beragama atau Orang Baik?</title>
		<link>http://herdiana.blog.com/2007/05/21/menjadi-orang-beragama-atau-orang-baik/</link>
		<comments>http://herdiana.blog.com/2007/05/21/menjadi-orang-beragama-atau-orang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 May 2007 10:29:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herdi</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Seorang lelaki berniat untuk menghabiskan seluruh waktunya untuk<br />
beribadah. Seorang nenek yang merasa iba melihat kehidupannya membantunya<br />
dengan membuatkan sebuah pondok kecil dan memberinya makan, sehingga<br />
lelaki itu dapat beribadah dengan tenang.<br />
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Seorang lelaki berniat untuk menghabiskan seluruh waktunya untuk<br />
beribadah. Seorang nenek yang merasa iba melihat kehidupannya membantunya<br />
dengan membuatkan sebuah pondok kecil dan memberinya makan, sehingga<br />
lelaki itu dapat beribadah dengan tenang.
</div>
<div>
<br />
Setelah berjalan selama 20 tahun, si nenek ingin melihat kemajuan yang<br />
telah dicapai lelaki itu. Ia memutuskan untuk mengujinya dengan seorang<br />
wanita cantik. &#8221;Masuklah ke dalam pondok,&#8221; katanya kepada wanita itu,<br />
&#8221;Peluklah ia dan katakan &#8216;Apa yang akan kita lakukan sekarang&#8217;?&#8221; Maka<br />
wanita itu pun masuk ke dalam pondok dan melakukan apa yang disarankan<br />
oleh si nenek. Lelaki itu menjadi sangat marah karena tindakan yang tak<br />
sopan itu. Ia mengambil sapu dan mengusir wanita itu keluar dari<br />
pondoknya. Ketika wanita itu kembali dan melaporkan apa yang terjadi, si<br />
nenek menjadi marah. &#8221;Percuma saya memberi makan orang itu selama 20<br />
tahun,&#8221; serunya. &#8221;Ia tidak menunjukkan bahwa ia memahami kebutuhanmu,<br />
tidak bersedia untuk membantumu ke luar dari kesalahanmu. Ia tidak perlu<br />
menyerah pada nafsu, namun sekurang-kurangnya setelah sekian lama<br />
beribadah seharusnya ia memiliki rasa kasih pada sesama.&#8221;</p>
<p>Apa yang menarik dari cerita diatas? Ternyata ada kesenjangan yang cukup<br />
besar antara taat beribadah dengan memiliki budi pekerti yang luhur. Taat<br />
beragama ternyata sama sekali tak menjamin perilaku seseorang. Ada banyak<br />
contoh yang dapat kita kemukakan disini. Anda pasti sudah sering mendengar<br />
cerita mengenai guru mengaji yang suka memperkosa muridnya. Seorang kawan<br />
yang rajin shalat lima waktu baru-baru ini di PHK dari kantornya karena<br />
memalsukan tandatangan atasannya untuk keperluan pribadi. Seorang kawan<br />
yang berjilbab rapih ternyata suka berselingkuh. Kawan yang lain sangat<br />
rajin ikut pengajian tapi tak henti-hentinya menyakiti orang lain. Adapula<br />
kawan yang berkali-kali menunaikan haji dan umrah tetapi terus melakukan<br />
korupsi di kantornya.</p>
<p>Lantas dimana letak kesalahannya? Saya kira persoalan utamanya adalah pada<br />
kesalahan cara berpikir. Banyak orang yang memahami agama dalam pengertian<br />
ritual dan fiqih belaka. Dalam konsep mereka, beragama berarti melakukan<br />
shalat, puasa, zakat, haji dan melagukan (bukannya membaca) Alquran.<br />
Padahal esensi beragama bukan disitu. Esensi beragama justru pada budi<br />
pekerti yang mulia.</p>
<p>Kedua, agama sering dipahami sebagai serangkaian peraturan dan larangan.<br />
Dengan demikian makna agama telah tereduksi sedemikian rupa menjadi<br />
kewajiban dan bukan kebutuhan. Agama diajarkan dengan pendekatan hukum (<br />
outside-in), bukannya dengan pendekatan kebutuhan dan komitmen (inside-out<br />
). Ini menjauhkan agama dari makna sebenarnya yaitu sebagai sebuah sebuah<br />
cara hidup (way of life), apalagi cara berpikir (way of thinking).</p>
<p>Agama seharusnya dipahami sebagai sebuah kebutuhan tertinggi manusia. Kita<br />
tidak beribadah karena surga dan neraka tetapi karena kita lapar secara<br />
rohani. Kita beribadah karena kita menginginkan kesejukan dan kenikmatan<br />
batin yang tiada taranya. Kita beribadah karena rindu untuk menyelami jiwa<br />
sejati kita dan merasakan kehadiran Tuhan dalam keseharian kita. Kita<br />
berbuat baik bukan karena takut tapi karena kita tak ingin melukai diri<br />
kita sendiri dengan perbuatan yang jahat.<br />
Ada sebuah pengalaman menarik ketika saya bersekolah di London dulu. Kali<br />
ini berkaitan dengan polisi. Berbeda dengan di Indonesia , bertemu dengan<br />
polisi disana akan membuat perasaan kita aman dan tenteram. Bahkan<br />
masyarakat Inggris memanggil polisi dengan panggilan kesayangan: Bobby.</p>
<p>Suatu ketika dompet saya yang berisi surat-surat penting dan sejumlah uang<br />
hilang. Kemungkinan tertinggal di dalam taksi. Ini tentu membuat saya agak<br />
panik, apalagi hal itu terjadi pada hari-hari pertama saya tinggal di<br />
London . Tapi setelah memblokir kartu kredit dan sebagainya, sayapun<br />
perlahan-lahan melupakan kejadian tersebut. Yang menarik, beberapa hari<br />
kemudian, keluarga saya di Jakarta menerima surat dari kepolisian London<br />
yang menyatakan bahwa saya dapat mengambil dompet tersebut di kantor<br />
kepolisian setempat.</p>
<p>Ketika datang kesana, saya dilayani dengan ramah. Polisi memberikan dompet<br />
yang ternyata isinya masih lengkap. Ia juga memberikan kuitansi resmi<br />
berisi biaya yang harus saya bayar sekitar 2,5 pound. Saking gembiranya,<br />
saya memberikan selembar uang 5 pound sambil mengatakan, &#8221;Ambil saja<br />
kembalinya.&#8221; Anehnya, si polisi hanya tersenyum dan memberikan uang<br />
kembalinya kepada saya seraya mengatakan bahwa itu bukan haknya. Sebelum<br />
saya pergi, ia bahkan meminta saya untuk mengecek dompet itu baik-baik<br />
seraya mengatakan bahwa kalau ada barang yang hilang ia bersedia membantu<br />
saya untuk menemukannya.</p>
<p>Hakekat keberagamaan sebetulnya adalah berbudi luhur. Karena itu orang<br />
yang &#8221;beragama&#8221; seharusnya juga menjadi orang yang baik. Itu semua<br />
ditunjukkan dengan integritas dan kejujuran yang tinggi serta kemauan<br />
untuk menolong dan melayani sesama manusia.</p>
<p>**</p>
<p>Sumber : Republika ( Mutiara hati Irwans )
</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herdiana.blog.com/2007/05/21/menjadi-orang-beragama-atau-orang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
