Thursday, January 29, 2009

Industri berbasis SMK harga mati bagi Home Industri Indonesia

http://www.facebook.com/profile.php?id=835798306#/note.php?note_id=47682286847
http://www.slideshare.net/herdiy/pengembangan-industri-berbasis-smk-presentation

Perkembangan Industri Negera China sungguh amat mencengangkan sampai-sampai membuat bulukuduk sang negara super power Amerika merinding. Amerika berupaya untuk mengembargo, namun ternyata embargo nya tidak efektif, Industri China tetap berjalan tak berkeming. China merupakan raksasa industri dunia saat ini.


10th yang lalu ternyata China lebih terpuruk dibanding kondisi di Indonesia pada tahun 90an. Namun kondisi sekarang jauh lebih baik, dibanding Indonesia. Cukup jauh. Apa gerangan yang menyebabkannya? Bila dipelajari, salah satu kebijakan pemerintahan China yang mendukung perkembangan industri di China adalah adanya pengembangan Vocational School yang disupport oleh pemerintahan untuk menjadi cikal bakal industri-industri rumahan. Vocational School dberikani support penuh oleh Pemerintah China agar berkembang menjadi sebuah pabrik/industri. Industri-industri yang ada diminta berpartner dengan Vocational School Industri. SDM nya terdiri dari siswa2 yang dilatih dengan real praktek (learning by doing) dan dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi. Sehingga berjalan dengan waktu, China yang semula mempunya produk2 yang dikenal dengan kualitasnya yang kurang baik (ini dikarenakan merupakan hasil produksi yang baru mulai/tahap belajar) namun kemudian beriring dengan waktu adanya improvement yang berkelanjutan, akhirnya China dapat membuat produk dengan kualitas nomor 1. Sekarang China menjadi tempat produksi segala jenis manufaktur/industri produk dari sebagian besar merk terkenal di dunia, apakah itu produk jepang, jerman, amerika dll dari mulai otomotif (motor, mobil), it (laptop, pc, dll), dll semua dibuat oleh di china yang notabene merupakan hasil dari pengembangan vocational school industri yang didukung pemerintah dan industrinya.

Berjalan dengan waktu alumni2 vocational school industri bertebaran lepas dari Vocational School Industri. Pemerintah china memberikan barang modal berupa mesin perkakas dan atau lainnya untuk melakukan produksi sparepart/komponen suatu produk yang kemudian dapat diintegrasikan di Vocational School Industri untuk kemudian dipasarkan. Beberapa alumni berkonsorsium untuk bekerjasama membuat spare part komponen suatu produk dan ada diantaranya yang berperilaku sebagai integrator seperti Vocational School Industri.

Dan jadilah china seperti sekarang ini. komputer Toshiba, HP, Acer, dll di manufaktur disana.

Indonesia punya SMK yang mempunyai resources yang cukup menjanjikan ( http://www.facebook.com/profile.php?id=732559807&v=app_2347471856&viewas=732559807#/note.php?note_id=45069806847 ).
Home Industry/Industri rumahan di Indonesia belum bisa diciptakan jikalau:

1 Belum banyak sdm yang kompeten dalam real praktek industri
2 Belum banyak sdm yang punya barang modal untuk melakukan industri
3 Belum ada sistem yang memfasilitasi terjadinya siklus produksi
4 Belum ada pasar yang definitif untuk produk industri tersebut
5 Belum ada inovasi penciptaan cost Efisiensi pada proses produksi untuk menekan harga

Mari kita Copy Paste pengalaman China ke Indonesia, Keliatannya Kita akan berhasi.l

SMK salah satu Sekolah Lanjutan Tingkat atas sama dengan Vocational School di China. Direktorat Pembinaan SMK - Depdiknas mempunyai kebijakan mengembangkan SMK menjadi Industri/Pabrik dengan program Industri berbasis SMK (bahasa Lainnya:Teaching industry di SMK).

(1)
Dengan SMK menjadi Industri (SMK Industry), SDM yang diluluskan akan kompeten, tentu ada harga bagi sebuah pembelajaran dimana pada tahap2 awal (pada 1sd2 tahun pertama) masih diperlukan proses awal pembelajaran sehingga produk2nya belum berkualitas prima, akan tetapi layanan terhadap customer tetap diberikan kenyamanan terhadap jaminan produk, karena ada full jaminan dari Industri SMK garansi ~100%, kenapa? karena setiap keluhan yang ditemui oleh customer itu layaknya “EMAS PENGETAHUAN” bagi SMK Industry untuk memperbaiki kelemahan dari produknya, karena hal tersebut baik SMK Industry layaknya sebuah penelitian yang dilakukan oleh customer untuk perbaikan produk SMK Industry.

(2)(3)
Siswa SMK yang selesai berprilaku sebagai industriawan di SMK Industry akan dilepas kerumahnya masing2 dengan dibekali barang modal berupa mesin perkakas dan atau dalam bentuk lainnya, untuk melakukan produksi komponen tertentu sesuai dengan kompetensi dan pengalamannya, dimana hasilnya dapat direct dijual ke SMK Industry untuk kemudian di integrasikan menjadi wujud final suatu produk. Beberapa alumni bisa membentuk konsorsium tersendiri untuk membentuk pola integrasinya sendiri.

(4)
Seperti disampaikan dalam note Teaching Industry SMK ( http://www.facebook.com/profile.php?id=732559807&v=app_2347471856&viewas=732559807#/note.php?note_id=45069806847 ) bahwa SMK di Indonesia akan menjadi sekolah tingkat atas dengan proporsi jumlah mencapai 70% dibanding sekolah menengah tingkat atas lainnya. Hal ini berarti adanya suatu potensi populasi yang cukup besar. Di sisi yang lain Konsep Pendidikan di SMK adalah Pendidikan yang berbasiskan pada keseimbangan pendidikan antara praktek dan teori, artinya selain kita harus menciptakan alumni SMK yang siap kerja, cerdas dan kompetitif, disitu timbul potensi pasar yang cukup besar untuk pemenuhan peralatan dan sarana prasarana pembelajaran bagi SMK. Ini merupakan captive market yang cukup potensial.

(5)
Sebesar-besarnya anggaran yang ada tentu tidak dapat memenuhi semua perkembangan kebutuhan sarana prasarana SMK yang mengikuti pertumbuhan jumlah siswa SMKnya. untuk mempercepat penetrasi pemerataan ke setiap SMK yang muncul, perlu inovasi bagaimana dapat menciptakan sarana prasaran yang murah. Alliansi antara dunia industri dan dunia SMK menjadi salah satu jawaban, dimana terdapat sharing resources untuk beberapa keperluan yang selama ini berjalan masing2. Sehingga ada efisiensi biaya produksi dan pemasaran yang “cukup sangat signifikan sekali”.

Oleh karenanya Dit. PSMK membuka kran kerjasama “selebar-lebarnya, sepanjang-panjangnya, seluas-luasnya, setinggi-tingginya” kepada semua institusi terkait, Dunia Usaha dan Dunia Industri untuk bersama-sama menciptakan perekonomian indonesia yang lebih baik, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat indonesia melalui Pengembangan Industri berbasis SMK.

Terimakasih

email: herdiy@yahoo.com
sms: 08157146943
ym id: herdiy
fb id: herdiy

Posted by herdi at 17:02:02 | Permalink | Comments (1) »

TEACHING INDUSTRY SMK

Teaching Industri SMK dalam:
- Menciptakan SDM Unggul (Siap Kerja, Cerdas, & Kompetitif)
- Membantu Perkembangan Perekonomian Indonesia

Direktorat Pembinaan SMK (Dit. PSMK) - Departemen Pendidikan Nasional, menerapkan konsep Teaching Industri dengan latar belakang sebagai berikut:
1. Sekitar 250jt Penduduk Indonesia merupakan pasar potensial bagi produk2 seperti otomotif (motor, mobil, dll), komputer/laptop, handphone, daging, susu, dll
2. Namun ternyata pemenuhan barang2 tersebut diorder dari supplier2 yang mengimpor dari luarnegeri (china, dll)
3. Alhasil potensi Pasar tersebut tidak memberikan efek positif yang signifikan terhadap perekonomian indonesia, karena perputaran uang lari keluar negeri dan sama sekali tidak menimbulkan penyerapan tenaga kerja yg signifikan karena proses produksi/manufaktur dilakukan di luar negeri.

4. Dit. PSMK mempunyai tupoksi menjadikan SMK sebagai salah satu tulang punggung pergerakan ekonomi bangsa dengan menciptakan lulusan SMK yang siap kerja, cerdas, dan kompetitif
5. Dit. PSMK berpotensi kompetitif, data tahun 2008 menjunjukkan: alokasi anggaran sekitar 2triliun/th), mempunyai 7.800 SMK, 175rb guru & 3,29jt siswa, SMK rata berlahan 2Ha (khusus SMK Pertanian antara 15-30Ha), bergerak di 121 bidang garapan (pertanian, seni, laut, mesin, otomotif, IT, dll)
6. Kebijakan Pemerintah akan memutar balik rasio siswa SMK:SMA, yang semula 30:70 (th2004) dan pada akhirnya menyampai rasio 70:30. Posisi 2008 rasio siswa SMK:SMA mencapai 46:53, dan ditargetkan sd th2014 mencapai rasio 67:33

Dengan latar belakang tersebut, Dit. PSMK mencoba menerapkan konsep Teaching Industri, yaitu suatu konsep share Sumber Daya dalam rangka mengoptimalkan sumber daya yang tersedia demi mencapai kebermanfaatan yang dapat dirasakan oleh banyak pihak dalam berbagai sektor.

Teaching Industri SMK, mengajak kepada semua Industri membantu Dit. PSMK menciptakan SDM SMK yang Siap Kerja, Cerdas, dan Kompetitif, dengan membuat proses Industri berlangsung di SMK, melibatkan unsur SDM SMK ( terutama Siswa) sebagai sarana praktek real bagi siswa, menggunakan sarana-lahan-anggaran praktek SMK untuk membuat produk industri real (motor, komputer, laptop, engine, cnc, dll) yang siap dipasarkan.

Dengan Pengembangan Program Teaching Industri ini, benefit yang diambil adalah:
1. Bagi SMK: Dapat diperoleh lulusan SMK yang benar2 sudah pengalaman industri real, sehingga benar2 siap kerja, cerdas, dan kompetitif
2. Bagi Industri: Dapat biaya ongkos produksi murah dengan tetap terjaga kualitas(?), karena proses produksinya merupakan bagian dari pembelajaran yang terawasi kualitasnya, sehingga over headnya bisa ditekan mendekati Rp. 0 (nol rupiah)
3. Bagi Perekonomian Indonesia: Dapat mengurangi mengalirnya uang ke luar negeri, sehingga uang berputar didalam yang mengakibatkan peningkatan perekonomian nasional.
4. Bagi Produk Indonesia: Tercipta Produk sangat Murah yang dapat bersaing di pasaran.
5. Bagi..(?) dll…(?)

Dengan pemanfaatan bersama antara fungsi pendidikan dengan fungsi industri, terjadi efisiensi sumber daya yang cukup besar, yang salah satu keuntungan besarnya adalah dapat menciptakan produk dengan harga murah (karena sdm Rp. ~0, sewa lahan Rp. ~0, sewa ruang Rp. ~0, sewa alat Rp. ~0, biaya energi Rp. ~0).

Dit. PSMK bahkan siap mengalokasikan anggaran untuk memenuhi standar peralatan dan ruang yang dibutuhkan oleh industri untuk memanufaktur suatu produk, dan juga alokasi anggaran untuk peningkatan kualitas SDM seusai yang dipersayaratkan industri, sesuai kesepakatan bersama.

Industri akan bertanya bagaimana dg kualifikasi SDM SMK (Siswa & Gurunya)?

Tentunya industri minta yang kualified agar bisa terjadi proses produksi yang efektif dan efisien untuk menciptakan produk yang berkualitas sesuai yang dipersyaratkan. tentu tidak bisa dipungkiri bahwa siswa SMK ada yg sdh kualified & ada yg belum, ini tidak boleh dibiarkan, ini adalah tugas Institusi SMK u membuat SDM mjd kualified sesuai dgn yg dibutuhkan industri (walaupun tidak bisa sampai 100% akan tetapi, bisa mendekati)

Caranya bijimana? industri tentu punya kualifikasi/kriteria SDM yang bisa menjalankan proses produksi/bisnis/manufaktur

terkait produknya. Dari kualifikasi itu, kita breakdown kedalam Kurikulum yang ada sebagai konsentrasi pengayaan keahlian untuk peningkatan kualitas siswa SMK (sebagai informasi, kurikulum sekarang adalah kurikulum berbasis satuan pendidikan dimana masing2 SMK bisa menambahkan penekanan/konsentrasi sesuai yang diperlukan). SDM Industri bisa melatih guru-guru SMK bagaimana menguasai hal tersebut dan bagaimana menciptakan SDM yang bisa menguasai hal itu (Pemerintah mempunyai alokasi anggaran untuk peningkatan kualitas guru yang dipersyaratkan o Industri partner). Dan sangat terbuka sekali apabila SDM industri berkenan menjadi bagian pengajar di SMK, dit. PSMK sangat senang sekali mendapat bantuan tersebut.

Untuk lebih meyakinkan Bisa dibuat program masa produktif Siswa adalah di th ke4, dimana siswa sudah menerima semua kompetensi2 yang harus dikuasai selama 3th. siswa yg ikut serta produksi kita persyaratkan harus lulus test kompetensi sesuai yang dibutuhkan indutri partner. so SDM tidak perlu dikhuawatirkan.

Lalu bagaimana Pasarnya?

Pada th2008: SMK mengadakan sekitar 8.000 komputer dilakukan dg assembly sendiri oleh 200 SMK. dan di th2009 dari SMK tersebut akan dipilih yang kualified u memproduksi komputer bagi SMK lainnya (& tdk menutup kemungkinan u SMA, SMP, SD). SMK lainnya melaksanakan Teaching Industri bidang Laptop (dibwh 5jt), CNC Miling (bisa 50% harga pasar) dan assembly motor indonesia (KANZEN-SMK) (sekitar 7jt/motor). Sekitar 10 SMK bidang pertanian, 90 SMK Hotel Training, 140 SMK bidang retail, yang semua menjadi tempat teaching industri.

Jadi selain Pasar umum, kita punya Pasar yang kita create sendiri, Dit. PSMK punya captive market dari jumlah siswa & guru yang tersebut di atas. untuk th 2009 tidak kurang dari 300rb laptop harus kita buat u siswa SMK SBI, sekitar jml yang sama untuk Komputer PC, kebutuhan Motor berkembang, kita dapat mengarahkan guru dan siswa u mengambil motor terrsebut dg bantuan kridit dg bunga yang jauh lebih murah dibanding yang lain. Untuk CNC ada sekitar 3000 SMK yang membutuhkan CNC, dan produksi2 lain

Dalam mendukung Program tersebut, Dit. PSMK mengeluarkan kebijakan “setiap pembelian alat untuk SMK (Selaian anggaran APBD I dan II juga masyarakata, Dit. PSMK mengalokasikan sekitar 70% dr total anggaran Dit. PSMK) harus beli produk dalam negeri, dan apabila ada penggunaan tenaga ahli diprioritaskan tenaga ahli dalam negeri.

SAVE INDONESIA, CINTAI PRODUK DALAM NEGERI
http://apps.facebook.com/causes/140134?m=c9c214f0&recruiter_id=23508506

Posted by herdi at 16:58:12 | Permalink | Comments (1) »