Tuhan dan realitas cybernetics
Berikut adalah tulisan kawan lama ku, Meidy
Bahwa realitas makhluk pada hakikatnya ialah realitas cybernetics.
Salah satu karakter dasar sistem cybernetics ialah : ada INFORMASI
yang sifatnya IMMATERIAL, kemudian informasi ini DI TRANSFORMASI ke
LAYER FISIK yang sifatnya MATERIAL, berupa POLA POLA TERATUR di layer
fisik. Sistem cybernetics ini sudah akrab dalam kehidupan kita sehari
hari. Televisi, radio, internet, telepon, adalah contoh contoh sistem
cybernetics. Dalam sistem ini, informasi dibuat oleh agen cerdas
pembuat informasi.
Bahwa realitas makhluk pada hakikatnya ialah realitas cybernetics.
Salah satu karakter dasar sistem cybernetics ialah : ada INFORMASI
yang sifatnya IMMATERIAL, kemudian informasi ini DI TRANSFORMASI ke
LAYER FISIK yang sifatnya MATERIAL, berupa POLA POLA TERATUR di layer
fisik. Sistem cybernetics ini sudah akrab dalam kehidupan kita sehari
hari. Televisi, radio, internet, telepon, adalah contoh contoh sistem
cybernetics. Dalam sistem ini, informasi dibuat oleh agen cerdas
pembuat informasi. Televisi misalnya. Pada mulanya gagasan tentang
acara televisi adalah berupa ide ide IMMATERIAL dari agen cerdas,
yaitu pembuat acara televisi. Melalui serangkaian proses
transformasi, gagasan immaterial ini kemudian DI MANIFESTASIKAN dalam
hierarki layer layer cybernetics yang berakhir pada layer fisik
berupa POLA POLA TERATUR signal signal audio dan video. Signal signal
yang memanifestasikan informasi inilah yang kemudian dipancarkan oleh
transmitter (pemancar di stasion TV) dan diterima oleh receiver (TV
di rumah rumah).
Itulah yang terjadi di alam semesta. Alam semesta ini pada hakekatnya
ialah MANIFESTASI INFORMASI yang diciptakan oleh agen Maha Cerdas,
yaitu Tuhan. Gagasan Tuhan tentang alam semesta dimanifestasikan
dalam bentuk HIERARKI CYBERNETICS alam semesta, dari skala MIKRO
CYBERNETICS dalam realitas SUB ATOMIK, sampai skala MEGA CYBERNETICS
yaitu UNIVERSE. Bagaimana bentuk manifestasi informasi Tuhan itu ?
Dalam layer ENERGETIK, informasi Tuhan itu dimanifestasikan dalam
pola pola teratur pada HUKUM HUKUM FISIKA DAN KIMIA. Dalam layer
KOMPLEKSITAS CYBERNETICS BIOLOGI, informasi itu dimanifestasikan
dalam pola pola teratur pada kode kode genetik dan algoritma genetic
cascade dalam morfogenesis makhluk hidup yang membentuk jaringan sel
sel, organ organ, sistem organ sistem organ, sampai keseluruhan
organisme sebagai satu system cybernetics terintegrasi. Dalam layer
PSIKOLOGIS-SPIRITUAL yang post biologis, informasi itu
dimanifestasikan dalam pola pola teratur model model psikologis
makhluk hidup. Dalam layer BIOSFERA/EKOSISTEM, informasi itu
dimanifestasikan dalam pola pola teratur model model rantai memakan-
dimakan/rantai konversi energi dalam interaksi antar makhluk hidup
dengan makhluk hidup dan interaksi makhluk hidup dengan
lingkungannya. Dalam layer ANTHROPOS, informasi itu dimanifestasikan
dalam pola pola teratur model model interaksi antar manusia membentuk
peradaban manusia. Dalam layer GAIA, informasi itu termanifestasi
dalam pola pola teratur model model rangkaian konversi energi yang
membentuk keseimbangan alam bumi. Dalam layer UNIVERSE, informasi itu
termanifestasi dalam pola pola teratur jaringan planet planet,
bintang bintang, galaksi galaksi, membentuk satu bangunan mega
cybernetics universe. Begitulah seterusnya, dalam tiap tiap jenjang
realitas makhluk, Tuhan menurunkan informasi informasi yang spesifik
sesuai karakteristik tiap layer cybernetics makhluk.
Inilah paradigma yang sebenar benarnya dalam memandang realitas,
sebagai anti tesa terhadap paradigma materialisme-reduksionis-
atheistik yang memandang bahwa realitas cybernetics makhluk itu hanya
sekedar hasil rangkaian kebetulan demi kebetulan dari interaksi
aksidental materi. Paradigma absurd inilah yang mendominasi sains
saat ini. Paradigma absurd inilah yang menghantarkan manusia pada
nihilisme, menghantarkan manusia dalam samudra kegelapan kehidupan
yang tanpa arti, sesuai karakter dasar materi yang gelap.
Na’udzubillah, tsumma na’udzubillah min dzalik.
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari racun materialisme-
atheistik, dan senantiasa membimbing kita untuk tetap pada jalan
terang benderang, jalan paradigma cybernetics-theistik, amien.
Wallahua’lam bish shawab.